detikcom
Selasa, 03/04/2012 20:33 WIB

Penjaga Gudang Buku di Penjaringan Sodomi Korban Hingga 14 Kali

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Aparat polisi mengamankan seorang penjaga gudang buku di Penjaringan, Jakarta Utara berinisial Nah (32) atas dugaan menyodomi 5 bocah laki-laki. Kelima korban telah disodomi pelaku sebanyak 14 kali.

"Pelaku saat ini masih didalami terus keterangannya," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Didi Hayamansyah saat dihubungi detikcom, Selasa (3/4/2012).

Kelima korban masing-masing berinisial HC (8), Nas (12), KA (8), Ar (9) dan ARH (9). Korban HC dan Nas masing-masing disodomi sebanyak 5 kali, korban KA disodomi sebanyak 2 kali dan korban Ar dan ARH disodomi sebanyak satu kali.

Kasus tersebut bermula ketika L, ibunda dari HC (8) melapor ke Polres Jakarta Utara. Awalnya Laks mencurigai anaknya yang sering pergi ke tanah kosong yang terletak di dekat gudang yang dijaga pelaku.

Mendengar pernyataan anaknya itu, L kemudian melapor ke Polres Jakarta Utara pada Selasa (3/4/2012) pukul 12.00 WIB. Pelaku saat ini masih diperiksa intensif di Mapolres Jakarta Utara untuk proses penyidikan lebih lanjut.

(mei/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel