Senin, 02/04/2012 19:50 WIB

Nazaruddin Ungkap Korupsi Pesawat Merpati dan Pembangunan Gedung MK

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - 'Peluru' yang dimiliki M Nazaruddin seperti tidak pernah habis. Kali ini M Nazaruddin pun mengumbar soal adanya dugaan korupsi dalam proyek pembelian pesawat Merpati dan pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi.

Nazaruddin membeberkan itu semua usai menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (2/4/2012).

"Saya akan melaporkan proyek fiktif US$ 200 juta. Proyek merpati itu proyek fiktif bagi-bagi uang di DPR. Anda cek ada rombongan DPR ke China. Itu proyek US$ 200 juta yang dari China itu bohong. Itu sudah bagi-bagi uang di DPR," beber Nazaruddin.

"Saya juga akan melaporkan pembangunan Gedung MK. Pembangunan Gedung MK itu penunjukan langsung sebelum dibangun ada pertemuan Jimly, Sekjennya, pengusahanya dan anggota DPR. Itu (pertemuan) di Bebek Bali. Tanya Pak Jimly, dia mau bohong apa nggak," lanjut Nazaruddin dengan nada kesal.

Seperti biasa, setelah melempar bola panas, Nazaruddin tidak mau menjelaskan secara detail siapa pihak yang dimaksud. Khusus untuk masalah Merpati, Nazaruddin hanya memberi clue jika anggota DPR yang dimaksud pernah pergi ke China.

"Sebelumnya itu ada rombongan DPR yang berangkat ke Chna dan uang-uangnya sudah dibagi salah satunya," tegasnya.

Masalah ini sendiri, lanjut Nazaruddin, akan segera dilaporkan ke KPK. Kuasa hukum Nazaruddin akan menjadi perwakilannya. Belum ada konfirmasi yang diberikan soal kasus ini baik dari Merpati, pihak MK ataupun DPR.

(mok/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel