detikcom
Senin, 02/04/2012 17:17 WIB

Permai Group Setor Rp 5 M untuk Banggar DPR via Angie & Wayan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Jaksa membeberkan uang yang sudah dikeluarkan oleh Permai Group dalam perkara Wisma Atlet sebesar Rp 16,7 miliar. Dari uang sebanyak itu, Rp 5 miliar diberikan kepada Badan Anggaran DPR.

Hal ini terungkap dalam surat tuntutan Nazaruddin yang dibacakan oleh jaksa Eddy Hartoyo di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (2/4/2012).

Uang itu diberikan kepada Banggar DPR pada tanggal 5 Mei 2010 sebesar Rp 3 miliar melalui Angelina Sondakh dan Wayan Koster. Pada hari yang sama, Permai Group juga kembali menyetor Rp 2 miliar untuk Banggar DPR melalui Angie dan Wayan.

"5 Mei 2010, Rp 3 miliar untuk Banggar melalui Angelina Sondakh dan Wayan Koster," kata Eddy.

Selain itu, ratusan ribu dollar AS juga mengalir ke mantan Sesmenpora, Wafid Muharram, melalui Paul Nelwan. Uang itu diberikan dalam beberapa tahap oleh Permai Group. Mulai dari US$ 450 ribu, US$ 50 ribu, US$ 200 ribu, Rp 500 juta hingga US$ 400 ribu. Tidak hanya itu, ada juga uang yang mengalir ke panitia pembangunan Wisma Atlet di Palembang.



Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(mok/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    57%
    Kontra
    43%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000