Senin, 02/04/2012 16:48 WIB

Sebelum Sidang, Pengacara Nazaruddin & Jaksa Bercanda

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Agar suasana tidak tegang, pengacara Nazaruddin, Rufinus Hutauruk bercanda dengan ketua tim jaksa, Kadek Wiradana. Rufinus bertanya apa tuntutan yang dijatuhkan jaksa pada Nazaruddin.

"Tuntutan mati atau hukuman gantung?" tanya Rufinus di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2012) kepada Kadek.

"Oo belumlah. Belum sampai situ," jawab Kadek.

Tidak puas dengan jawaban Kadek, Rufinus pun kembali bertanya pada Kadek.
"Oo kalau itu berarti bebas dong," cecar Rufinus.

"Ya tunggu saja," jawab Kadek.

Pengacara Nazaruddin lainnya, Elza Syarief mempertanyakan berkas tuntutan jaksa setebal 1.124 halaman. "Berkas tebal sekali. Kita minta buat kenangan manis yah," kata Elza.

Kadek hanya senyum-senyum dan tidak membalas ucapan Elza.

Meski dakwaan setebal 1.124 halaman, jaksa mengutarakan tidak akan membacakan seluruhnya. Jaksa hanya akan membacakan dakwaan utama saja.

Sementara Nazaruddin datang dengan mengenakan batik abu-abu. Pengacaranya, Hotman Paris Hutapea, yang sedang tersangkut kasus dugaan penganiayaan atas artis Meriam Bellina pun hadir di sidang.

(nik/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close