detikcom
Senin, 02/04/2012 16:05 WIB

Pembacok Polisi yang Digerebek di Tangsel Diduga Teroris Pencari Dana

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Polisi menangkap tiga teroris, dua di antaranya ditembak mati di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Jumat (30/3) dini hari lalu. Para pelaku, diduga berperan aktif dalam aksi terorisme sebagai pencari dana (fa'i).

"Ini kita duga mereka kelompok yang bergerak di bidang fa'i, di mana dalam kegiatan pokoknya mereka mencari dana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/4/2012).

Fa'i adalah kegiatan mencari dana yang dianggap sah oleh kelompok teroris, termasuk melakukan aksi perampokan. "Kalau yang dirampok itu agamanya lain atau berasal dari kelompok lain maka dianggapnya sah," jelas Rikwanto.

Kelompok teroris ini sebelumnya ditarget polisi karena melakukan aksi pembacokan terhadap dua anggota aptroli Polsek Setu, Brigadir Jaka dan Brigadir Erry pada Minggu (25/3) dini hari lalu. Saat itu, Mereka diduga hendak melakukan aksi perampokan.

"Kami masih mendalami aksi perampokan yang dilakukan kelompok ini di mana saja," imbuhnya.

Seperti diketahui, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kabupaten menggerebek rumah kontrakan milik tersangka Endra Saputra (23) di Jalan Haji Sarma, Kelurahan Pondok Pucung Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Jumat (30/3) dini hari lalu. Dalam penggerebekan itu, petugas menembak mati Endra dan juga satu tersangka lain bernama Dede karena melawan petugas.

Di lokasi, polisi menemukan sepucuk senjata api jenis revolver, buku-buku tentang jihad, catatan jihad, bahan peledak dan lain-lain. Penggerebekan keduanya bermula dari tertangkapnya seorang tersangka bernama Tedi di Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (26/3) lalu.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%