detikcom
Senin, 02/04/2012 10:59 WIB

Wanita Singapura Tewas Usai Bertengkar Sengit dengan Kekasih

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: Straits Times
Singapura, - Kepolisian Singapura telah menangkap seorang pria terkait kematian seorang wanita berumur 25 tahun di Singapura. Pria Singapura berumur 38 tahun tersebut adalah kekasih wanita muda itu.

Wanita muda tersebut ditemukan tewas sebuah flat di Jurong West pada Sabtu pagi, 31 Maret waktu setempat. Diduga dia tewas dalam pertengkaran sengit dengan kekasihnya.

Menurut harian Singapura, Straits Times, Senin (2/4/2012), wanita yang tidak disebutkan namanya itu ditemukan tak bergerak di kamar tidur. Oleh paramedis, dia dinyatakan meninggal pada Sabtu (31/3) sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Wanita Singapura itu menderita banyak luka sayatan di tubuhnya.

Sebelum ditemukan tewas, korban dan kekasihnya terlibat percekcokan pada Jumat (30/3) malam. Pasangan tersebut menyewas flat itu bersama tiga orang lainnya. Menurut penghuni flat lainnya, pasangan itu menyewa kamar flat sejak tiga bulan lalu. Namun korban tidak pernah terlihat datang ke flat tersebut selama dua bulan terakhir.

Salah seorang penghuni flat menelepon polisi pada Sabtu sekitar pukul 06.45 waktu setempat setelah menemukan bercak-bercak darah di pintu kamar pasangan tersebut.

Tersangka akan menghadapi dakwaan pembunuhan. Jika terbukti bersalah atas dakwaan tersebut, pria itu bisa diancam hukuman mati.


(ita/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel