Detik.com News
Detik.com

Minggu, 01/04/2012 16:35 WIB

'Misteri' di Balik Kemeja Kotak-kotak Jokowi & Ahok

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Misteri di Balik Kemeja Kotak-kotak Jokowi & Ahok
Jakarta - Sejak resmi jadi pasangan Cagub-Cawagub, Jokowi-Ahok sering menggunakan kemeja kotak-kotak ketika tampil di depan publik sebagai ciri khas. Kenapa memilih baju kemeja kotak-kotak?

"Ide baju kita menunjukkan pimpinan Jakarta bukan duduk di meja, tapi kerja keras. Kerjaan kami turun ke lapangan," ujar Ahok di rumah tim sukses Jokowi-Ahok, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2012).

Ahok menyebutkan, baju kemeja kotak-kotak adalah ciri pakaian pekerja di lapangan. Selain itu, baju kotak-kotak menandakan santai dan tidak kaku.

Lantaran Jokowi-Ahok sering tampil dengan kemeja kotak-kotak, sekelompok mahasiswa dari Solo, Jawa Tengah meminta agar Jokowi-Ahok membuat baju yang sering dipakainya dalam jumlah besar.

"Seluruh mahasiswa (Solo), untuk jadi relawan dan hasil keuntungan akan disumbangkan ke kami," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga mengatakan jika dalam melakukan sosialisasi dan kampanye, Ia tidak akan memakai cara lama, yakni membagi-bagikan kaos bergambar dirinya dan Jokowi kepada masyarakat.

"Itu tidak benar (membagi-bagikan kaos). Bagi orang-orang, mereka mau lihat Gubernur dan Wagub yang mau kerja untuk Jakarta," terangnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/gun)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%