detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 01/04/2012 16:03 WIB

Banyak Investasi Tanah, Ahok Klaim Hartanya Kurang dari Rp 20 M

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Cawagub Basuki Cahya Purnama atau Ahok menyebutkan hartanya miliknya di bawah Rp 20 miliar. Hartanya itu berasal dari warisan milik orangtuanya.

Ahok menyebutkan dirinya telah melaporkan harta kekayaan miliknya tersebut saat mendaftar sebagai pasangan Cagub Jokowi.

"Ini di bawah Rp 20 miliar. Kapan terakhir? Waktu pendaftaran kemarin," ujar di rumah tim sukses Jokowi-Ahok, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2012).

Pada kesempatan itu, Ahok mengatakan nilai hartanya naik sekitar Rp 4 miliar hingga Rp 6 miliar.

"Karena harga tanah dulu naik. Saya suka lebih tanah banyak," terangnya.

Pada masa pencalonannya, Ahok akan membuka rekening di beberapa bank swasta untuk dapat membantu pendanaan kampanyenya.

"Soal menang adalah urusan kedua. Tapi soal ide kreatif. Untuk merubah kota dibutuhkan kerjasama semua pihak," kata Ahok.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fiq/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%