Sabtu, 31/03/2012 21:55 WIB
Demokrat: Lebih Baik PKS Beri Salam Undur Diri dari Koalisi
Ketua Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla mengatakan, secara etika politik PKS seharusnya legowo mengundurkan diri dari koalisi dan menarik tiga menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu II.
"Secara adab politik PKS mencabut menteri-menterinya. Setelah (paripurna) semalam, situasi moral PKS sudah dilematis. Misalnya dua bulan mendatang BBM naik, bagaimana Tifatul Sembiring (Menkominfo) menjelaskan ke masyarakat? Secara moral PKS ada di posisi sulit," ujar Ulil di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3/2012).
Ulil menyebut mundurnya PKS dari koalisi akan lebih baik untuk mempertegas posisinya yang tidak sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah, utamanya terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Opsinya jauh masuk akal kalau mereka mengucapkan salam mengundurkan diri. Itu jelas lebih baik," sebutnya.
Hal senada disampaikan Ketua Divisi Komunikasi Publik Demokrat Andi Nurpati. Keputusan PKS menolak kenaikan harga BBM dalam rapat paripurna di DPR kemarin, sebut Andi telah mencederai etika koalisi yang harus mendukung kebijakan pemerintahan.
"Mestinya akan lebih gentle kalau menarik menterinya dari pemerintah. Akhlak politik PKS akan menjadi baik kalau menolak sekalgus menarik menteri-menterinya dari pemerintah," tegas dia.
(arb/fdn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 16:01 WIB
Dirut Master Steel Ngaku Diperas Ketua KPK Gadungan
-
Senin, 20/05/2013 16:00 WIB
PD Siapkan Karpet Merah untuk Jenderal Pramono Edhie yang Pensiun
-
Senin, 20/05/2013 15:57 WIB
Massa Kampanye Ganjar-Heru Saling Lempar, Plt Walkot Semarang Lompat Pagar
-
Senin, 20/05/2013 15:56 WIB
Sidak di LP Sukamiskin
Sel Disulap Seperti Kamar Kos
-
Senin, 20/05/2013 15:51 WIB
Singkap Rok Siswi SD, Petugas Kebersihan Perpustakaan Ditangkap
-
Senin, 20/05/2013 15:33 WIB
Cek Pembongkaran di Waduk Pluit, Jokowi Ramai Disalami Warga
-
Senin, 20/05/2013 14:05 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
-
Senin, 20/05/2013 15:34 WIB
Kisruh Warga di Waduk Pluit, Jokowi: Mafia Tanah kok Ditanggapi
-
Senin, 20/05/2013 15:34 WIB
Duh! Gadis 16 Tahun di Australia Diperkosa Bergiliran oleh 3 Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:11 WIB
Mengenal Lebih Dekat Letjen Moeldoko, KSAD yang Baru
-
Senin, 20/05/2013 14:24 WIB
SBY Pilih Letjen Moeldoko Sebagai KSAD Pengganti Pramono Edhie
-
Senin, 20/05/2013 14:51 WIB
Kompolnas: Aiptu Labora Mengadu Ada Aliran Dana ke Petinggi Polri
-
Senin, 20/05/2013 14:51 WIB
Buruh Garmen di Tangerang Diduga Diperkosa Satpam
-
352 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
183 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,841.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 14:24 WIB
SBY Pilih Letjen Moeldoko Sebagai KSAD Pengganti Pramono Edhie
-
Senin, 20/05/2013 14:05 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

