detikcom
Sabtu, 31/03/2012 21:24 WIB

'Earth Hour', Sebagian Jakarta Mulai Redup

Jakarta - WWF sebuah organisasi yang bergerak di bidang lingkungan menyerukan untuk mematikan lampu selama 1 jam atau 'earth hour'. Kampanye global ini akan dimulai pada pukul 20.30-21.30 WIB, Sabtu (31/3).

"WWF Indonesia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintahan, korporasi, bisnis, media massa, komunitas, mahasiswa, dan pelajar untuk saling menyemangati, mengingatkan, dan merasakan manfaat Earth Hour dari tahun ke tahun," tulis WWF dalam situsnya.

Di Jakarta sendiri, terpantau sejumlah perkantoran di sepanjang jalan Mampang Raya tampak gelap. Sepertinya perkantoran di jalan yang selalu macet jika jam kerja ini turut berpartisipasi melakukan 'earth hour'.

Namun tidak pada rumah-rumah yang berada disekitarnya. Mereka sepertinya hanya mematikan lampu dalam rumah tidak dengan lampu di luar teras. Sementara arus lalulintas masih tampak ramai pukul 21.25 WIB.

Sementara itu pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta, Grand Indonesia juga melakukan hal serupa. sejumlah toko atau gerai juga mulai mematikan lampunya.

Namun Hal serupa tidak terjadi di Istana Merdeka Jakarta. Sebab, Presiden SBY dan para jajaran menterinya sedang melakukan rapat kabinet. Setelah itu, pada pukul 21.30 WIB, presiden akan memberikan keterangan pers.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mpr/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%