Sabtu, 31/03/2012 10:11 WIB

Setelah Munarman, Giliran Mujtahid Dilarang Masuk Yordania

M Rizki Maulana - detikNews
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Setelah Munarman, kali ini satu lagi anggota tim Global March to Jerusalem (GMJ) ditolak masuk ke Yordania oleh intelijen setempat. Kali ini yang dilarang masuk adalah seorang aktivis kemanusiaan anti zionis bernama Mujtahid.

"Dia ditolak masuk pada Rabu (28/3) lalu. Saat ini dia sedang berada di bandara, untuk dideportasi dan dipulangkan kembali ke Indonesia," ujar Presidium MER-C Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT yang memimpin Tim GMJ dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (31/3/2012).

Menurut Joserizal, dengan kembali ditolaknya seorang anggota tim dari Indonesia menunjukkan adanya sebuah konspirasi besar antara intelijen Indonesia dan intelijen Yordania. Badan intelijen kedua negara ditengarai telah bekerja mendukung gerakan zionis Israel sehingga menggagalkan masuknya Mujtahid yang dikenal sebagai aktivis anti zionis.

"Ini menunjukkan bahwa jaringan intelijen yang bekerja untuk mendukung zionis Israel menyebar di institusi intelijen negara. Karena itu Pemerintah Indonesia harus segera membersihkan infiltrasi intelijen zionis israel di dalam lembaga intelijen Indonesia, karena zionis Israel adalah sebuah entitas politik yang hingga hari ini terus melakukan kejahtan kemanusiaan," tegasnya.

Sebelumnya anggota lain tim GMJ asal Indonesia Munarman juga ditolak masuk ke Yordania, dengan alasan yang tidak disebutkan dengan jelas. Munarman dan Mujtahid bergabung dalam satu tim bersama Joserizal dalam rombongan Global March to Jerussalem. Mereka membawa gerakan gerakan penyadaran masyarakat dunia bahwa kota Jerusalem adalah kota untuk 3 agama: Islam, Kristen dan Yahudi serta milik pecinta Kemanusiaan dan Keadilan.

Total jumlah delegasi Indonesia di bawah koordinasi MER-C yang akan mengikuti GMJ berjumlah sekitar 79 orang. Dua delapan (28) orang diantaranya mengikuti GMJ melalui konvoi darat (rute 1) yang telah bertolak ke Karachi (Pakistan) pada tanggal 9 Maret 2012 lalu. Sementara sisanya, sebanyak 51 orang mengikuti GMJ melalui rute 2, yaitu dari Jakarta langsung ke Amman Yordania yang dibagi menjadi beberapa gelombang keberangkatan. Delegasi Indonesia bersama jutaan rakyat sipil dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul dan melakukan kampanye damai di perbatasan Israel – Yordania pada tanggal 30 Maret 2012 mendatang.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan sejumlah lembaga peduli Palestina seperti MER-C, VOP (Voice of Palestina), Aqsa Working Group (AWG), Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Forum Indonesia Muda (FIM), Front Pembela Islam (FPI), I Love Muhammad Network, Perwakilan Mahasiswa dan juga 3 orang jurnalis dari TV One, Metro TV dan Harian Umum Republika.

(riz/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel