Detik.com News
Detik.com

Jumat, 30/03/2012 12:49 WIB

Pelajar Nyanyi 'Iwak Peyek Turunkan BBM' di Pintu M1 Bandara Cengkareng

Dhurandhara - detikNews
Jakarta - Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM terus bergulir. Tidak cuma mahasiswa atau buruh saja yang turun ke jalan. Pelajar pun ikut berunjuk rasa menolak kenaikan BBM di pintu M1, akses "belakang" Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Sekitar 37 pelajar berunjuk rasa Jumat (30/3/2012), pukul 12.15 WIB. Mereka terdiri dari siswa SMP, SMA, dan SMK. Masih mengenakan seragam masing-masing, bergantian berorasi.

"Turunkan SBY. Turunkan BBM!" teriak lantang seorang pelajar. Selain berorasi, mereka menyanyikan lagu "Iwak Peyek" yang dipopulerkan Trio Macan. Lirik lagu itu mereka modifikasi menjadi: Iwak peyek, iwak peyek, iwan peyek turunkan BBM.

Dalam aksinya, mereka juga membawa beberapa poster, salah satunya bertuliskan 'DPR bukalah mata hati kalian'. Mereka mengaku demonstrasi ini tidak atas permintaan siapa pun. Ide demo ini berasal dari mereka sendiri.

"Harga BBM sekarang saja teman kita banyak yang tidak sekolah. Apalagi kalau naik. Mereka akan semakin sulit," kata seorang koordinator lapangan, Supri Prayoga (17).

Menurut Supri, pilihan tempat demonstrasi karena dinilai banyak pejabat tinggi yang akan lewat di bandara. Supri berharap agar suara dan aspirasi mereka didengar pejabat tersebut.

"Kita di sini karena banyak pejabat yang lewat dan orang petinggi lewat. Jadi mungkin aspirasi kita bisa didengar," ungkapnya.

Sementara itu, tidak ada pengamanan polisi di sekitar lokasi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%