detikcom
Kamis, 29/03/2012 15:20 WIB

Lagi-lagi, Biksu Tibet Bakar Diri Hingga Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Beijing, - Lagi-lagi aksi bakar diri dilakukan warga Tibet. Seorang biksu muda Buddha tewas setelah membakar dirinya di China barat daya. Kematian pria berumur 20 tahun itu menambah panjang daftar warga Tibet yang tewas bakar diri sebagai aksi protes atas pemerintahan China.

Pria muda bernama Sherab tersebut hangus terbakar pada Rabu, 28 Maret setelah membakar dirinya di rumahnya di Kota Charuwa, Provinsi Sichuan. Demikian disampaikan kelompok Free Tibet yang berbasis di London, Inggris dan para biksu yang mengasingkan diri di India seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/3/2012).

Biksu tersebut merupakan warga Tibet ke-30 yang diketahui melakukan aksi bakar diri di China sejak Maret 2011 lalu.

Free Tibet menyatakan, Sherab telah kembali ke rumahnya di Kota Charuwa dua hari sebelum kematiannya setelah menjalani pendidikan di biara Kirti.

Sebelumnya pada Senin (26/3) lalu, seorang demonstran Tibet bernama Jamphel Yeshi bersama 600 warga Tibet melakukan aksi unjuk rasa di dekat Gedung Parlemen India. Mereka menolak kedatangan Presiden Hu Jintao ke India dan menentang 'pendudukan' China atas Tibet.

Di tengah orasi yang berlangsung, Yeshi tiba-tiba menuangkan bensin ke sekujur tubuhnya dan membakar dirinya. Dalam kondisi tubuh dilahap api, pria berumur 27 tahun itu berlari menyusuri jalanan New Delhi. Dia akhirnya tewas setelah menderita luka bakar 98 persen.

Banyak warga Tibet di China mengeluhkan represi agama serta pengikisan budaya mereka secara perlahan-lahan. Namun pemerintah China menolak tudingan tersebut. Menurut Beijing, warga Tibet justru menikmati standar kehidupan yang lebih layak. Ini sebagian dikarenakan besarnya investasi infrastruktur dan sosial.

Pemimpin Tibet Dalai Lama juga menyalahkan kekejaman kebijakan otoritas China terhadap Tibet. Namun otoritas China justru menuding Dalai Lama mencari-cari masalah. Selama ini pemerintah China terus bersikeras bahwa Tibet akan selalu menjadi bagian wilayahnya. Namun warga Tibet menyebut wilayah yang terletak di Pegunungan Himalaya itu telah 'merdeka' dari China.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%