detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 23:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 29/03/2012 15:20 WIB

Lagi-lagi, Biksu Tibet Bakar Diri Hingga Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Beijing, - Lagi-lagi aksi bakar diri dilakukan warga Tibet. Seorang biksu muda Buddha tewas setelah membakar dirinya di China barat daya. Kematian pria berumur 20 tahun itu menambah panjang daftar warga Tibet yang tewas bakar diri sebagai aksi protes atas pemerintahan China.

Pria muda bernama Sherab tersebut hangus terbakar pada Rabu, 28 Maret setelah membakar dirinya di rumahnya di Kota Charuwa, Provinsi Sichuan. Demikian disampaikan kelompok Free Tibet yang berbasis di London, Inggris dan para biksu yang mengasingkan diri di India seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/3/2012).

Biksu tersebut merupakan warga Tibet ke-30 yang diketahui melakukan aksi bakar diri di China sejak Maret 2011 lalu.

Free Tibet menyatakan, Sherab telah kembali ke rumahnya di Kota Charuwa dua hari sebelum kematiannya setelah menjalani pendidikan di biara Kirti.

Sebelumnya pada Senin (26/3) lalu, seorang demonstran Tibet bernama Jamphel Yeshi bersama 600 warga Tibet melakukan aksi unjuk rasa di dekat Gedung Parlemen India. Mereka menolak kedatangan Presiden Hu Jintao ke India dan menentang 'pendudukan' China atas Tibet.

Di tengah orasi yang berlangsung, Yeshi tiba-tiba menuangkan bensin ke sekujur tubuhnya dan membakar dirinya. Dalam kondisi tubuh dilahap api, pria berumur 27 tahun itu berlari menyusuri jalanan New Delhi. Dia akhirnya tewas setelah menderita luka bakar 98 persen.

Banyak warga Tibet di China mengeluhkan represi agama serta pengikisan budaya mereka secara perlahan-lahan. Namun pemerintah China menolak tudingan tersebut. Menurut Beijing, warga Tibet justru menikmati standar kehidupan yang lebih layak. Ini sebagian dikarenakan besarnya investasi infrastruktur dan sosial.

Pemimpin Tibet Dalai Lama juga menyalahkan kekejaman kebijakan otoritas China terhadap Tibet. Namun otoritas China justru menuding Dalai Lama mencari-cari masalah. Selama ini pemerintah China terus bersikeras bahwa Tibet akan selalu menjadi bagian wilayahnya. Namun warga Tibet menyebut wilayah yang terletak di Pegunungan Himalaya itu telah 'merdeka' dari China.




Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close