Kamis, 29/03/2012 14:25 WIB

Pramono: BBM Naik Rp 2.000 Enteng Buat Ical

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung angkat bicara terkait usul Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) agar harga BBM dinaikkan Rp 2.000. Bagi Pramono, kenaikan sebesar itu jelas membebani rakyat.

"Bagi orang mampu seperti dia naik Rp 2.000 ya nggak masalah, makin besar menaikkan harga BBM ya memberatkan bagi orang ekonomi kurang mampu," sindir Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Menurut Pramono, kenaikan Rp 1.500 saja sudah menimbulkan demonstrasi besar-besaran. Dia tak tahu apa jadinya kalau BBM naik Rp 2 ribu.

"Ya naik Rp 1.500 saja susah diterima. Saya melihat tidak ada alasan yang bisa diterima, dengan angka itu saja sudah sangat menimbulkan multilayer effect,"terangnya.

Ketua FPD DPR Jafar Hafsah mengungkap sejumlah fakta dalam pertemuan SBY dengan pimpinan parpol koalisi di Cikeas. Ternyata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mengusulkan kenaikan harga BBM lebih tinggi.

"Ya ketua umum Golkar mengusulkan agar BBM naik Rp 2.000," ujar Jafar Hafsah kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Saat ini pemerintah berencana menaikkan harga BBM Rp 1.500. Dengan usul Ical, BBM bersubsidi jenis premium yang mestinya hanya naik menjadi Rp 6.000 melejit lebih tinggi sampai Rp 6.500. Namun usul Ical tidak diterima SBY.

Ical menyampaikan usulannya saat dimintai masukan oleh Presiden SBY. Dalam pertemuan di Cikeas beberapa waktu lalu, memang semua bos koalisi hadir. Jafar Hafsah mendampingi Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dalam pertemuan tersebut.

(van/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    69%
    Kontra
    31%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel