detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 14:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 29/03/2012 08:58 WIB

Benarkah Nazaruddin Punya Perusahaan Minyak di Dubai?

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Saat di persidangan, M Nazaruddin mengklaim punya perusahaan minyak di Dubai, Uni Emirat Arab. Lewat usaha itulah dia bisa menyewa jet pribadi dan terbang ke sejumlah negara. Benarkah perusahaan itu ada?

Ditemui usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (29/3/2012) kemarin, mantan bendahara umum Partai Demokrat itu tak menjelaskan lebih rinci soal perusahaan. Termasuk berapa nilai aset dan total kepemilikan sahamnya.

"Saya memiliki perusahaan minyak di Dubai itu sejak 2007 sampai sekarang. Sekarang kan tidak bisa mengelola. Tapi saya masih sebagai pemegang saham, tidak komisaris tidak direktur," terang Nazar dalam sidang.

Menanggapi pengakuan ini, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai KPK bisa melakukan pengusutan. Namun dia juga berpesan agar KPK tidak terburu-buru membuat kesimpulan. Bisa jadi, pengakuan itu hanya akal-akalan saja.

"Pengakuan Nazar tentang tambang minyak di Dubai bisa dikembangkan KPK. Namun, di sisi lain, KPK tetap perlu hati-hati dan menjaga fokus," terang Febri saat berbincang dengan detikcom, Kamis (29/3/2012).

Menurut Febri, persidangan Nazaruddin sudah dalam titik kritis dan akan segera selesai. Selain itu, Nazaruddin juga sudah menjadi tersangka dalam kasus pencucian uang.

"KPK bisa manfaatkan informasi apa pun terkait kasus, tapi jangan terjebak skenario dari pihak lain yang dapat merugikan KPK," sambungnya.

"Sangat mungkin ini akan jadi alasan awal untuk mengatakan bahwa Nazar adalah orang berpunya. Sebagai persiapan jika di kasus pencucian uang diberlakukan pembuktian terbalik," tegas Febri.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mad/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%