Rabu, 28/03/2012 14:41 WIB

Demo Anti Kenaikan BBM, Mahasiswa USU Medan Blokir Jalan

Khairul Ikhwan - detikNews
Khairul Ikhwan/detikcom
Medan - Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menentang rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diwarnai aksi bakar ban dan blokir jalan. Aksi hanya berlangsung sekitar 30 menit aksi. Massa yang berjumlah sekitar 80 orang itu kemudian membubarkan diri, Rabu (28/3/2012), sekitar jam 13.30 WIB.

Para mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa USU Bersatu tersebut, sebelumnya berkumpul di depan pintu gerbang universitas yang berada di Jl Mansyur, Medan. Seterusnya mereka long march sekitar 500 meter menuju simpang Jl Jamin Ginting dan Jl Mansyur.

Begitu tiba di pertigaan, mereka kemudian memblokir jalan. Ban-ban bekas yang sudah disediakan sejak awal, kemudian dibakar. Massa pun berorasi diantara ban bekas menyala yang menebarkan asap hitam tebal.

"Kita komit menolak kenaikan harga BBM. Kami juga menolak rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik," kata Dodi, salah seorang peserta aksi.

Tindakan mahasiswa yang memblokir jalan tersebut, menyebabkan kemacetan panjang arus lalu-lintas. Ratusan kendaraan terjebak tanpa bisa memutar karena tidak ada jalan alternatif.

Untungnya aksi itu hanya berlangsung sekitar 30 menit saja. Seiring dengan habisnya ban bekas yang terbakar itu, massa kemudian membubarkan diri. Polisi dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan pun segera mengurai kemacetan.

Pada saat bersamaan, kemacetan juga sempat terjadi di depan Makam Pahlawan, Jl Sisingamangaraja, Medan. Massa mahasiswa yang berjumlah sekitar 30 orang dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), memblokir jalan dan membakar ban. Aksi itu juga bubar dengan sendirinya seiring dengan habisnya ban yang terbakar tersebut.

(rul/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel