detikcom
Rabu, 28/03/2012 10:09 WIB

Marzuki: Kenaikan Harga BBM Pro Rakyat!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Meski mendapat penolakan sejumlah elemen rakyat di sana-sini, Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan kenaikan harga BBM adalah kebijakan pro rakyat. Dia meminta oposisi jangan membodohi rakyat.

"Rakyat jangan dibodohi dengan euforia seolah pro kenaikan tidak berpihak kepada rakyat. Banyak pengamat yang tidak clear menjelaskan termasuk Kwik, menyatakan bahwa hasil migas setelah subsidi masih surplus, pendapat itu 100% bener, tapi tidak dijelaskan bagaimana belanja APBN kita masih tergantung kepada surplus APBN,"kritiknya.

Hal ini disampaikan Marzuki kepada detikcom, Rabu (28/3/2012).

Wakil Ketua Dewan Pembina PD ini menjelaskan kenaikan harga BBM adalah keputusan tepat. Menurut dia, kalau BBM tak dinaikkan, maka rakyat harus banyak menerima kompensasi lainnya.

"Kalau surplusnya turun artinya belanja harus dikurangi. Terserah apakah mengurangi subsidi, pendidikan, kesehatan atau infrastruktur atau sebagian pegawai negara dipecat. Tidak ada penerimaan PNS, kalau belum cukup, gaji dipotong, kalau belum cukup pendidikan dikurangi,"kata dia.

Karena itu dia berharap semua pihak berpikir jernih. Agar mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

"Kalau minyak naik terus, lama-lama kita tidak bekerja lagi, hanya untuk menutup subsidi saja,"tandasnya.

Usulan pemerintah tentang kenaikan BBM akan diputuskan dalam rapat paripurna DPR pada Kamis (29/3/2012).


Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(van/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close