Selasa, 27/03/2012 14:57 WIB

Demo BBM, Mahasiswa Untad Palu Bentrok dengan Polisi

Elkana Lengkong - detikNews
Palu - Unjuk rasa sekitar 1.500 mahasiswa BEM Universitas Tadulako (Untad) Palu di gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (27/3/2012) siang berbuntut bentrok dengan ratusan anggota Pores Palu yang di-back up aparat Polda Sulawesi Tengah.

Bentrokan ini terjadi ketika mahasiswa hendak keluar dari gedung DPRD di Jl Sam Ratulangi, setelah puas berorasi. Saat mereka hendak berbaris kembali ke tempatnya, tiba-tiba muncul informasi ada seorang rekan mereka yang ditahan di Polda Sulawesi Tengah. Informasi yang berkembang pesat itu langsung dibantah oleh Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan. "Tidak benar info itu," tegasnya.

Berulang kali Kapolres Palu membantah informasi ada mahasiswa ditahan. Namun bantahan Kapolres Palu membuat mahasiswa merasa dibohongi, karena ternyata benar ada rekan mereka yang ditahan dan akhirnya dibebaskan.

Kemunculan rekan mahasiswa yang telah dibebaskan aparat Polda, bukan membuat mahasiswa tenang. Mereka justru bertindak anarki. Ledakan dari senjata rakitan dum-dum membuat aparat Polres Palu dan Polda Sulteng yang berjaga-jaga berhamburan memburu siapa pelakunya.

Lantas sejumlah mahasiswa pengunjuk rasa ditangkap dan digiring ke markas Polda Sulawesi Tengah. Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Sumarno menyangkal apa yang dilakukan aparat berlebihan. Dia menyebut tindakan aparat bertindak sesuai protap. Tak beberapa lama, sejumlah mahasiswa yang tadinya ditahan aparat Polres Palu dilepaskan.

Walikota Palu H Rusdy Masturan yang berada di lokasi aksi demo mahasiswa menyatakan aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan kepedulian mahasiswa generasi penerus bangsa terhadap situasi sosial masyarakat terkait dampak kenaikan harga BBM. Hanya saja penyusupan dari orang yang tidak bertanggung jawab membuat aksi yang tadinya wajar menjadi anarki.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nrl/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%