Detik.com News
Detik.com
Selasa, 27/03/2012 14:09 WIB

Mahasiswa & Polisi Bentrok di Jalan AP Pettarani Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Ratusan mahasiswa dari kampus UIN Alauddin dan Universitas Negeri Makassar terlibat bentrokan di depan kantor Dispenda Sulsel, Selasa (27/3/2012).

Mahasiswa dan polisi terlibat perang batu di tengah Jalan AP Pettarani. Pasukan patroli motor dari Sabhara Polda Sulselbar menembaki mahasiswa dengan gas air mata.

Hingga saat ini polisi dan mahasiswa masih terlibat bentrok. Beberapa perkantoran seperti kantor Telkom Makassar dan kantor Telkomsel tutup akibat bentrokan ini. Beberapa mahasiswa lainnya melempari kantor Telkom Makassar.

Selain di sekitar kampus UNM, ratusan mahasiswa lainnya mendatangi kantor Gubernur Sulsel. Mahasiswa merusak pintu gerbang kantor gubernur. Saat ini mahasiswa dan polisi tengah hadap-hadapan di depan kantor gubernur Sulsel.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%