detikcom
Selasa, 27/03/2012 13:28 WIB

Massa Anti Kenaikan BBM Demo Kantor PD Lampung, SPBU Tutup

Adan Bakar - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Lampung - Massa gabungan berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM dengan mendatangi kantor Partai Demokrat (PD) Lampung, Selasa (27/3/2012). SPBU tutup karena khawatir jadi sasaran demonstran.

Massa tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GRM) dan berasal dari LMND, HMI, BEM, serta beberapa organisasi sayap Partai Hanura dan PDIP. Mereka mendatangi kantor PD karena partai tersebut dianggap sebagai simbol kebijakan kenaikan BBM.

"Partai Demokrat harusnya mendengarkan aspirasi rakyat dengan tidak menaikkan BBM," kata Aris, salah satu pendemo.

Mengetahui ada aksi yang diikuti ratusan orang, petugas SPBU di Jalan Jendral Sudirman menghentikan aktivitasnya. SPBU yang terletak di dekat kantor PD itu pun akhirnya memilih tutup.

Pendemo menyesalkan sikap SBY yang justru berkunjung ke Cina, sementara rakyat menjerit akibat adanya rencana kenaikan harga BBM subsidi. SBY diminta turun jika tetap bersikeras menaikkan BBM.

Setelah puas berunjukrasa di depan kantor Partai Demokrat, massa kemudian berjalan menuju kantor RRI. Demonstrasi ini dikawal puluhan aparat kepolisian dari Polresta Bandar Lampung. Kapolresta Kombes M. Nurochman turut mengawasi aksi ini.

(try/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel