detikcom
Selasa, 27/03/2012 10:31 WIB

Serang Iran, Israel Hancur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mahmoud Ahmadinejad (AFP)
Teheran, - Ancaman serangan militer Israel dianggap enteng oleh seorang ulama senior Iran. Menurutnya, ancaman Israel itu cuma "perang psikologis" belaka. Sebabnya, pemerintah Israel tahu benar bahwa serangan militer hanya akan menimbulkan "kehancuran total" bagi negeri Yahudi itu.

"Ada beberapa pembicaraan di media mengenai langkah militer (terhadap Iran) oleh rezim Zionis (Israel) khususnya. Suara-suara mengancam ini bukan apa-apa kecuali perang psikologis," kata Ayatollah Seyyed Ahmad Khatami seperti dilansir Press TV, Selasa (27/3/2012).

Dikatakan ulama senior Iran itu, tahun 2011 lalu, media asing juga menciptakan kehebohan soal perang melawan Iran dan siapapun yang memperhatikan media tersebut, merasa bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran keesokan harinya.

Menurut Khatami, pejabat-pejabat Israel tahu bahwa serangan militer atas Iran berarti kehancuran total bagi rezim Zionis itu.

"Kami bukan agresor tapi respons kami atas agresor akan benar-benar mematikan," tegas ulama yang merupakan anggota dewan kepala Majelis Pakar Iran.

Pekan lalu, dalam pidatonya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menegaskan, bangsa Iran akan membalas setiap serangan AS maupun Israel.

"Kami tidak memiliki senjata nuklir dan kami tak akan membuat senjata nuklir, namun kami akan membela diri kami dari setiap agresi, apakah itu agresi AS atau rezim Zionis," tandas Khatami.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%