detikcom
Selasa, 27/03/2012 10:03 WIB

Berhubungan Seks dengan Murid, Bu Guru Mengaku Bersalah

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jennifer McCullum (Facebook/Daily Mail)
Mississippi, - Lagi-lagi seorang guru SMA di Amerika Serikat diseret ke pengadilan karena berhubungan seks dengan seorang muridnya. Di pengadilan, wanita berumur 38 tahun itu mengaku bersalah atas dakwaan tersebut.

Insiden ini terjadi antara 1 November 2009 dan 13 Januari 2010 lalu. Perbuatan mesum ini dilakukan bu guru dan muridnya yang berumur 17 tahun itu di sekolah, tepatnya di SMA Petal di Hattiesburf, Mississippi.

Jennifer McCullum telah mengaku bersalah atas dakwaan penyerangan seksual, yakni berhubungan seks dengan seorang anak di bawah umur saat dirinya dalam posisi menjalankan tugas sebagai seorang guru.

Pengadilan Mississippi pun menjatuhkan hukuman percobaan selama 5 tahun kepada Jennifer yang juga seorang ibu ini. Pada tahun 2011 lalu, Jennifer telah mendekam di penjara selama 5 hari.

Persidangan kasus Jennifer pertama digelar pada Mei 2010 silam. Demikian seperti dilansir oleh Daily Mail, Selasa (27/3/2012).

Kepala Kepolisian Distrik Forrest County, Inspektur John Buchanan menuturkan, Jennifer langsung diskors dari pekerjaannya sebagai guru begitu penyidikan atas kasusnya dimulai. Bahkan sertifikat mengajar yang dimiliki Jennifer telah dicabut oleh Departemen Pendidikan Mississippi.

Selain dijatuhi hukuman percobaan, Jennifer juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar US$ 2.500 atau sekitar Rp 22 juta dan biaya tambahan sebesar US$ 100 atau sekitar Rp 917 ribu kepada badan Mississippi Crime Victims Compensation Fund.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%