detikcom

Selasa, 27/03/2012 06:21 WIB

Kejar 3 Besar di Pemilu 2014, PKS Gelar Mukernas di Medan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Medan, Sumatera Utara. Tujuan utamanya untuk melakukan konsolidasi mengejar target 3 besar dalam pemilu 2014.

"Mukernas di Medan mulai hari ini dihadiri seluruh pimpinan DPW PKS dan seluruh anggota legislatif PKS dari seluruh Indonesia. Tujuannya menguatkan tekad menuju 3 besar di pemilu 2014,"kata Sekjen PKS, Anis Matta, kepada detikcom, Selasa (27/3/2012).

Mukernas ini sebagai puncak konsolidasi PKS pada tahun 2012. Sebelumnya rapat koordinasi (rakornas) digelar PKS di sejumlah kota besar di Indonesia.

"Melalui Mukernas ini PKS melakukan pengukuhan jaringan yang sekarang sudah sampai 60 persen desa di seluruh Indonesia. PKS akan terus masuk ke desa dengan target 90 persen desa menjelang pemilu 2014. Dengan jangkauan struktur yang luas akan memudahkan PKS mencapai target 3 besar di Pemilu 2014," ujar Anis.

Dalam Mukernas juga dibahas sejumlah pilkada yang diikuti kader PKS. Selain Hidayat Nurwahid yang maju di pilkada DKI Jakarta, PKS juga akan mendorong Gatot Pujo Nugroho dalam pilkada Sumatera Utara tahun 2013 mendatang. Saat ini Gatot menjabat plt Gubernur Sumut.

Kala reshuffle kabinet dilakukan beberapa waktu lalu, PKS sempat gembar-gembor akan memutuskan tali koalisi melalui Mukernas. Apakah Mukernas kali ini mengarah ke sana?

"Kita belum pikirkan," kata Anis.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/mei)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
73%
Kontra
27%