detikcom
Selasa, 27/03/2012 06:14 WIB

2 WN China Tertangkap Curi Uang Milik Penumpang di Pesawat Garuda

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Pencurian di tempat umum semakin nekat saja. Tidak hanya di terminal, mal atau bus kota, pencuri kini makin berani dengan melakukan aksinya di atas pesawat. Seperti yang baru saja terungkap, dua pria WN China tertangkap basah mencuri tas berisi uang milik penumpang pesawat Garuda.

"Pelakuanya dua orang pria berinisial ZN dan ZB. Keduanya WN China semua," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Reynhard Silitonga kepada detikcom, Senin (26/3/2012).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (23/3) lalu. Keduanya tertangkap mencuri sejumlah uang milik WN Indonesia bernama William dan Girrish.

"Kejadiannya di pesawat Garuda. Korban saat itu sedang tidur pulas di pesawat," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Roberto menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di atas pesawat GA 863 Hongkong-Jakarta. Kedua korban saat itu menaruh tasnya di kabin bagasi.

"Saat tidur, pelaku membuka kabin bagasi penumpang. Kemudian mereka mengambil seadanya barang yang terdapat di dalam kabin pesawat," ujar Roberto.

Pelaku membuka koper korban kemudian mengambil uang korban yang terdiri dari uang pecahan 100 RMB sebanyak 50 lembar dan pecahan 50 RMB sebanyak 20 lembar serta uang sebesar 1.000 USD. Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%