detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 16:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 26/03/2012 02:50 WIB

Ancam Sebar Video Porno Wanita Muda, Wartawan di Samarinda Dibekuk Polisi

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pelaku menjalani pemeriksaan (detikcom/Robert)
Samarinda, - Nur Alim (32), seorang wartawan majalah lokal di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), ditangkap polisi. Dia dituding mengancam menyebarkan video asusila seorang wanita bernama Adetya (22).

Nur Alim dibekuk polisi pada Minggu (25/3/2012), setelah Adetya melapor. Keterangan diperoleh detikcom, Nur Alim yang juga tercatat sebagai alumni Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) itu ditangkap sekitar pukul 17.00 WITA, di sebuah rumah makan elit Sari Pasifik, di kawasan Jl Panglima Batur.

Di tempat itu, Nur Alim sudah mengatur janji untuk bertemu dengan Adetya dan meminta pembayaran Rp 25 juta untuk menutupi agar video asusila Adetya tidak disebarkan. Setelah melalui proses tawar menawar harga, disepakati pembayaran senesar Rp 5 juta.

"Dia (Nur Alim) mengaku wartawan. Memeras uang saya, tapi saya hanya bisa kasih Rp 3 juta dari Rp 5 juta," kata Adetya, usai dimintai keterangan penyidik di Polsubsektor Mulawarman, Jalan Mulawarman, Samarinda, Senin (26/3/2012) dinihari.

Menurut Adetya, dirinya merasa diancam Nur Alim, yang ingin menjual video berisikan perbuatan mesum yang disebut Nur Alim, dirinya sebagai pemeran dalam video tersebut. "Katanya dia di video itu adalah saya, pelakunya saya. Tapi setelah saya kasih uang Rp 3 juta, buktinya dia tidak punya bukti (video) apa-apa," ujar Adetya.

"Mintanya memang awalnya Rp 25 juta. Setelah nego-nego, jadi Rp 5 juta. Tapi tadi baru saya kasih Rp 3 juta. Ternyata memang dia tidak punya apa-apa," tambahnya.

Merasa dituduh, terancam dan diperas oleh Nur Alim, Adetya yang dalam pertemuan di rumah makan itu, juga ditemani sang suami, akhirnya menghubungi anggota kepolisian yang dikenalnya dan melaporkan perbuatan Nur Alim.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/nvc)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%