Minggu, 25/03/2012 10:32 WIB

Kapal korban tsunami sampai ke Kanada

BBCIndonesia.com - detikNews
Kapal korban tsunami

Kapal ini diduga merupakan sampah tsunami pertama yang menyeberang laut Pasifik.

Sebuah kapal berbendera Jepang yang diduga merupakan korban tsunami setahun yang lalu ditemukan terapung di lepas pantai barat Kanada.

Sebuah pesawat yang kebetulan tengah berpatroli di sekitar perairan Provinsi British Columbia itu melihat kapal berbadan sepanjang 15 meter tersebut mengapung di titik 275km dari Kepulauan Haida Gwaii Jumat (23/3).

Diyakini kapal ini merupakan barang ukuran besar pertama dari jutaan ton benda yang tersapu akibat tsunami yang selamat menyeberangi lautan Pasifik.

Juga diyakini tak ada seorang pun yang hidup dan mengemudikan kapal itu.

Kapal diketahui terdaftar sebagai alat angkut asal Hokkaido, Jepang.

Sampah laut

Kementerian transportasi Kanada mengawasi kapal ini karena dianggap sebagai sampah laut serta untuk memastikan agar benda ini tak menganggu lalu lintas pelayaran setempat.

Peta jalur yang dilalui kapal

Peta menunjukkan kapal ini telah terapung sangat jauh dari asalnya di Hokkaido, Jepang.

Tsunami yang terjadi pada Maret tahun lalu diperkirkan menyebabkan terkumpulnya 25 juta ton sampah dan puing, kata sejumlah peneliti di Universitas Hawaii.

Antara empat sampai delapan juta ton diantaranya terbawa air laut, sementara satu hingga dua juta ton lainnya diperkirakan sampai kini masih mengapung di permukaan laut.

Material utama sampah dan puing ini diduga tak akan menyentuh daratan benua Amerika Utara hingga Maret 2014.

Maria Cantwell, seorang senator AS dari negara bagian Washington, mengatakan kapal misterius ini diperkirakan akan terus mengapung lambat ke arah selatan.

"Dengan kecepatan dan arah yang sekarang ada, kapal ini tak akan mendekati daratan hingga setidaknya 50 hari lagi," kata Senator Cantwell.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%