detikcom
Jumat, 23/03/2012 09:09 WIB

Isu 'One Man Show' Samad Jangan Jadi Celah untuk Pangkas Kewenangan KPK

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Seiring dengan digodoknya UU 30 Tahun 2002 tentang KPK, pimpinan dan sektor penindakan lembaga antikorupsi itu diterpa isu perpecahan aksi one man show yang dilakukan Ketua Abraham Samad. Isu ini jangan sampai menjadi celah untuk memangkas kewenangan yang sudah melekat di KPK.

"Jangan sampai menjadi celah, sehingga kewenangan KPK terpangkas. Ini kan kontra produktif," tutur pengamat hukum dari Universitas Andalas Feri Amsari kepada detikcom, Jumat (22/3/2012).

Feri sendiri berharap kabar perpecahan antara Ketua KPK Abraham Samad dengan komisionernya dapat diselesaikan. Menurutnya penyelesaian itu harus sesuai dengan prinsip kolektif kolegial yang dianut oleh lembaga itu, sehingga satu pimpinan tidak boleh 'one man show'.

"Tidak boleh ada yang tampil sendirian dan mengambil keputusan sendiri. Pimpinan KPK harus sesuai dengan peraturan yang ada, kolektif kolegial, sekalipun itu ketua KPK seperti Abraham Samad," papar Feri.

Pekan lalu, ada satu laporan masuk ke bagian pengaduan masyarakat KPK, yang berisi gugatan terhadap penanganan kasus yang dilakukan oleh Ketua KPK Abraham Samad. Pelaporan itu dilakukan oleh Abdul Rohman Yakob. Dia mempertanyakan mengapa sejak, diumumkan oleh Ketua KPK Abraham Samad pada Januari 2012 silam, sampai saat ini tidak ada langkah nyata yang dilakukan KPK terkait penetapan Miranda Goeltom dan Angelina Sondakh.

Mengenai penetapan status Angelina Sondakh dan Miranda memang sudah menjadi pergunjingan di sejumlah kalangan. Banyak yang menilai terdapat keganjilan dalam penetapan itu, mulai dari metode one man show yang dilakukan Abraham ketika mengumumkan sampai belum diperiksanya kedua tersangka itu sampai sekarang.

Angie ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap wisma atlet. Sedangkan Miranda terseret kasus cek pelawat yang terjadi pada 2004, saat dia memenangi pemilihan Deputi Gubernur Senior BI.

Terkait adanya suara-suara miring ini, Abraham pun telah mengklarifikasi. "Apa yang disampaikan itu sudah melalui meja pimpinan," jelas Abraham dalam jumpa pers Kamis (15/3/2012) kemarin.





Hanya Gara-gara Menyimpan Foto Pacar, Siswi SMK Tidak Diluluskan Pihak Sekolah. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(fjp/fiq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000