detikcom
Kamis, 22/03/2012 14:43 WIB

Mabes Polri Prediksi Tren Unjuk Rasa Tolak BBM akan Meningkat

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Mabes Polri memprediksi gelombang aksi unjuk rasa terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih akan berlangsung. Bahkan Polri memprediksi tren unjuk rasa meningkat.

"Kalau kita lihat ini pasti akan naik menjelang 1 April. Ini kan bisa dikatakan baru pemanasan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/3/2012)

Meski demikian, Polri tidak akan menghalangi langkah masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya dengan cara turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM.

"Kita harapkan jangan anarkis, silakan menyampaikan aspirasi pendapat, jangan menganggu ketertiban umum," katanya.

Disinggung mengenai langkah hukum terhadap aksi pengrusakan beberapa fasilitas umum yang dilakukan sekelompok massa di Makassar, Sulawesi Selatan, dalam aksi demonstrasi kemarin, Saud menyampaikan Polri tetap akan memproses hukum kasus perusakan itu.

"Iya, kita tetap akan proses hukum. Cuma saat ini massa lagi marah dan kita tidak mungkin mengambil langkah-langkah itu. Bukan menyelesaikan masalah malah menambah masalah baru," papar Saud.

"Kita akan dokumentasikan dan ambil satu persatu sambil menunggu kondisi kondusif," ucap Saud.

(ahy/gun)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel