Kamis, 22/03/2012 14:25 WIB

Tolak BBM Naik, Mahasiswa UIN Yogyakarta Blokir Jalan

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Yogyakarta. Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DIY memblokir jalan dan mendesak pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan mulai 1 April 2012.

Massa menggelar aksi di persimpangan Jalan Laksda Adisucipto dan Tut Harsono atau di sebelah utara kampus UIN, Kamis (22/3/2012). Mereka langsung merangsek ke tengah jalan yang selalu padat dengan kendaraan.

Saat aksi berlangsung mahasiswa juga membawa poster, spanduk yang berisi penolakan dengan kenaikan harga BBM. Bendera lambang organisasi mahasiswa juga dibawa dan terus dikibarkan selama aksi berlangsung.

"Kami tidak percaya dengan alasan pemerintah untuk mengurangi subsidi saat BBM mau dinaikkan," kata koordinator umum aksi dari PMII, Imam Arizal.

Menurut dia, pemerintah wajib memberikan subsidi BBM kepada rakyat miskin meski harga minyak dunia naik. Jangan hanya karena harga minyak dunia naik, maka harga BBM dalam negeri ikut dinaikkan.

"APBN itu sudah semestinya diberikan untuk rakyat," kata Imam diikuti yel-yel peserta aksi 'tolak kenaikan BBM'.

Aksi dikawal ketat aparat kepolisian. Sedikitnya 100 aparat kepolisian Polda DIY bersiaga di sekitar jalan Laksda Adisucipto. Aparat polisi lalu lintas juga sibuk mengatur lalu lintas.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
86%
Kontra
14%