detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 22/03/2012 13:26 WIB

Di LP Sukamiskin, Mochtar Tempati Kamar Berukuran 2,5 x 2,8 M

Anes Saputra - detikNews
Jakarta - Wali Kota Bekasi nonaktif, Mochtar Muhammad, telah meringkuk di LP Sukamiskin, Bandung. Di situ, Mochtar menempati kamar no 9 blok barat atas.

"Ukuran kamarnya 2,5 x 2,8 meter," kata Kelapa Lapas Sukamiskin, Dewa Putu Gede, lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (22/3/2012).

Menurut Dewa, tidak ada masalah dengan kondisi kesehatan terpidana 6 tahun penjara ini. Dewa juga menjelaskan, belum ada pihak keluarga yang menemui Mochtar sampai saat ini.

"Kondisi yang bersangkutan sehat dan siapa pun belum ada berkunjung," ujar Dewa.

Seperti diketahui, tiga hakim MA akhirnya sepakat secara bulat mengganjar Mochtar dengan penjara selama 6 tahun. Politikus PDIP ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi Rp 5,5 miliar secara berkelanjutan.

Putusan MA ini sebagai jawaban atas kejanggalan vonis bebas yang dikeluarkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung terhadap Mochtar Muhammad sebelumnya. Padahal, JPU menuntut Mochtar Muhammad 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara. Jumlah hukuman tersebut merupakan kumulatif dari 4 perkara yang didakwakan kepada terdakwa.

Empat perkara korupsi yang didakwakan pada terdakwa adalah suap Piala Adipura 2010, penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, serta suap kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan penyalahgunaan anggaran makan-minum yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar.

Mochtar sempat mengelak dua kali dari panggilan KPK untuk menyerahkan diri secara sukarela. Saat Tim KPK menyambangi rumahnya di Bekasi, Mochtar pun tidak ada di tempat.

Sampai pada Rabu (21/3) kemarin, sehari sebelum nama Mochtar tercatat sebagai daftar pencarian orang (DPO), Tim KPK mengendus keberadaannya di Pulau Dewata. Tim KPK berhasil menyergap Mochtar di Villa Lalu, Seminyak, Bali, menjelang siang dan langsung mengeksekusinya di LP Sukamiskin, Bandung malam harinya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ans/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close