Detik.com News
Detik.com
Kamis, 22/03/2012 13:26 WIB

Di LP Sukamiskin, Mochtar Tempati Kamar Berukuran 2,5 x 2,8 M

Anes Saputra - detikNews
Di LP Sukamiskin, Mochtar Tempati Kamar Berukuran 2,5 x 2,8 M
Jakarta - Wali Kota Bekasi nonaktif, Mochtar Muhammad, telah meringkuk di LP Sukamiskin, Bandung. Di situ, Mochtar menempati kamar no 9 blok barat atas.

"Ukuran kamarnya 2,5 x 2,8 meter," kata Kelapa Lapas Sukamiskin, Dewa Putu Gede, lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (22/3/2012).

Menurut Dewa, tidak ada masalah dengan kondisi kesehatan terpidana 6 tahun penjara ini. Dewa juga menjelaskan, belum ada pihak keluarga yang menemui Mochtar sampai saat ini.

"Kondisi yang bersangkutan sehat dan siapa pun belum ada berkunjung," ujar Dewa.

Seperti diketahui, tiga hakim MA akhirnya sepakat secara bulat mengganjar Mochtar dengan penjara selama 6 tahun. Politikus PDIP ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi Rp 5,5 miliar secara berkelanjutan.

Putusan MA ini sebagai jawaban atas kejanggalan vonis bebas yang dikeluarkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung terhadap Mochtar Muhammad sebelumnya. Padahal, JPU menuntut Mochtar Muhammad 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara. Jumlah hukuman tersebut merupakan kumulatif dari 4 perkara yang didakwakan kepada terdakwa.

Empat perkara korupsi yang didakwakan pada terdakwa adalah suap Piala Adipura 2010, penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, serta suap kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan penyalahgunaan anggaran makan-minum yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar.

Mochtar sempat mengelak dua kali dari panggilan KPK untuk menyerahkan diri secara sukarela. Saat Tim KPK menyambangi rumahnya di Bekasi, Mochtar pun tidak ada di tempat.

Sampai pada Rabu (21/3) kemarin, sehari sebelum nama Mochtar tercatat sebagai daftar pencarian orang (DPO), Tim KPK mengendus keberadaannya di Pulau Dewata. Tim KPK berhasil menyergap Mochtar di Villa Lalu, Seminyak, Bali, menjelang siang dan langsung mengeksekusinya di LP Sukamiskin, Bandung malam harinya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ans/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%