detikcom
Kamis, 22/03/2012 12:56 WIB

PKS Surati SBY, PAN: Tidak Konsisten & Kurang Patut

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Meski tergabung dalam koalisi Setgab, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan PKS telah menyurati Presiden SBY menyampaikan penolakannya.

Langkah tersebut dinilai menunjukkan sikap PKS yang tidak konsisten dan tidak patut dilakukan untuk partai yang tergabung dalam koalisi.

"Ya begitulah, sikap mereka tidak konsisten dan tidak patut," kata Ketua DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2012).

Menurut Viva, jika memang menolak rencana kenaikan harga BBM seharusnya PKS tidak usah ikut dalam perencanaan APBNP. Dengan ikut membahas APBNP, PKS sebenarnya ikut setuju kenaikan harga BBM.

"Kalau mau menolak kenaikan harga BBM artinya harus menolak pembahasan APBN 2012. Nyatanya kan mereka ikut terlibat," terang Viva.

Viva menjelaskan bahwa langkah pemerintah menaikkan harga BBM memang merupakan keputusan tidak populer. Namun, langkah tersebut harus didukung untuk menyelamatkan anggaran negara yang banyak mensubsidi harga BBM. Terlebih, ia menambahkan, langkah ini harus didukung partai yang tergabung dalam koalisi.

"Walaupun langkah tersebut tidak populis, tapi tetap harus didukung. Hal ini untuk menyeimbangkan anggaran. Selayaknya partai yang tergabung dalam koalisi juga mendukung," tutupnya.


Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(trq/gun)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000