detikcom
Kamis, 22/03/2012 06:47 WIB

Komisi I Bahas Kasus Bom di Luar KBRI Paris Siang Ini

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Ledakan bom di depan Kedubes RI di Paris, Prancis, menghentakkan publik Tanah Air. Komisi I DPR pun akan membahas hal tersebut.

"Sebenarnya hari ini tidak ada agenda (membahas bom di KBRI Paris) itu. Agendanya membahas stakeholder penyiaran. Tapi saya akan usulkan dalam rapat internal," ujar anggota Komisi I DPR, Roy Suryo, kepada detikcom, Kamis (22/3/2012).

Roy menjelaskan pembahasan bom di depan KBRI Paris ini akan diusulkan sebelum dimulainya rapat internal komisi pukul 13.00 WIB yang program kerja masa reses. Sebelumnya, Komisi I membahas agenda stakeholder penyiaran pukul 10.00 WIB.

Roy berpendapat agenda pembahasan bom di KBRI Paris ini menjadi penting karena kejadian serupa telah terjadi dua kali. Yang pertama pada tahun 2004. Namun kasus bom itu tidak pernah terungkap.

"Yang sekarang ini, ada dua CCTV KBRI Paris yang menangkap pergerakan pelaku. Kita berharap ada titik terang," kata Roy.

Sebagai tindak lajut konkret, Roy mengatakan akan meminta Komisi I untuk memback-up pemerintah dalam mendesak kepolisian Prancis mengungkap kasus ini. "Jangan sampai terulang lagi, tidak terungkap," lanjut dia.

Ledakan terjadi pada pagi pukul 05.15 waktu Paris atau pukul 11.15 WIB, kemarin. Tidak ada korban jiwa dari insiden ini. Selain kaca gedung KBRI Paris yang pecah-pecah akibat ledakan itu, kerusakan serupa terjadi di sekitar lokasi kejadian.

Ledakan yang terjadi di KBRI Paris bukan yang pertama. Ledakan serupa pernah terjadi pada 2004 lalu.


(rmd/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close