detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 09:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 21/03/2012 11:47 WIB

PD: Ahok Arogan!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Partai Demokrat (PD) merespon keras kritik cawagub DKI usungan Gerindra Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada kinerja Pak Kumis Fauzi Bowo (Foke). Bagi PD, cawagub arogan seperti Ahok tak akan mulus di Pilkada DKI.

"Ahok saya baca berita dari kemarin itu ngomongnya kencang terus. Dia seperti pernah berbuat untuk DKI itu apa? Emang siapa Ahok itu. Ahok ngomong siapa yang dukung Foke, emang siapa yang mau dukung Ahok?" serang Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua.

Hal ini disampaikan Max kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2012).

Menurut Max, seorang cagub-cawagub harusnya lebih rendah hati. Tidak saling sikut dengan kandidat lain, apalagi mengurusi potongan rambut dan kumis cawagub lain.

"Saya bilang statement Ahok itu arogan. Dia kan cuma untuk mencari untung aja di Jakarta dengan berdagang. Emang di Jakarta Cina melulu ya. Jangan arogan. Kalau mau menang jangan arogan, emang gampang apa menangkan Pilkada Jakarta?," sindirnya.

Sementara, langkah Jokowi-Ahok tidaklah mudah. Menurut Max, Jakarta bukan Solo yang bisa dengan mudah dikuasai Jokowi.

"Pak Jokowi itu adalah panutan di Jawa Tengah. Masyarakat mendambakan dia sebagai pemimpin. Kalau dia cawagub Jateng tak ada lawan itu pasti. Tapi angin apa yang membawa dia ke Jakarta? Tiba-tiba Jokowi loncat menjadi Gubernur DKI, dimana format kedekatan terhadap warga yang dia tanam di Solo?," jelasnya.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(van/gun)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%