detikcom
Selasa, 20/03/2012 22:23 WIB

Kris 'Sang Dokter' untuk Orang Rimba

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kris memeriksa warga Orang Rimba
Jambi - Kristiwan, begitu nama lengkap pria lajang berdarah Jawa ini. Sejak tahun 2008 silam, penyandang gelar Akademi Perawat ini lebih memilih hidupnya untuk berbagi info dan penanganan kesehatan buat Orang Rimba, sebuah komunitas suku pedalaman diProvinsi Jambi.

Kris, begitu sapaan akrabnya, sudah empat tahun ini bergabung dengan LSM Komunitas Konservasi Indonesia Warsi sebagai fasilitator kesehatan untuk Orang Rimba. Orang Rimba adalah komunitas penduduk yang tidak berbaur sebagaimana masyarakat umumnya. Orang Rimba hidup di belantara hutan kawasan taman nasional yang ada di Jambi.

Tugas Kris mulai dari memberikan penyuluhan tentang cara meningkatkan kualitas hidup melalui pola hidup sehat, penanganan gawat darurat kesakitan, hingga memfasilitasi Orang Rimba ke layanan kesehatan publik seperti Puskesmas, RS dan instansi terkait.

Banyak suka duka yang dialami pria kelahiran Semarang 22 Februari 1983 itu dalam menjalankan tugasnya. Berjalan kaki berjam-jam, naik dan turun perbukitan untuk menemui komunitas Orang Rimba, adalah bagian rutin pekerjaannya. Dalam perjalanan itu, Kris akan selalu dilengkapi dengan obat-obatan dan peralatan medis yang mungkin dibutuhkan Orang Rimba.

"Dahulu setiap sakit Orang Rimba lebih mengandalkan obat-obatan dari ramuan tumbuhan yang mereka temukan di rimba. Namun sejak terjadinya perubahan hutan, tumbuhan obatpun semakin sulit. Akibatnya Orang Rimba tak mampu lagi mengobati sakit yang ada pada mereka," tutur sang lokoter —demikian sebutan Orang Rimba terhadap tenaga kesehatan- dalam perbincangan dengan detikcom.

Untuk memperkenalkan pengetahuan kesehatan terhadap Orang Rimba bukanlah hal yang gampang. Selama ini masyarakat pedalaman ini hanya mengenal penanganan kesehatan lewat dukun. Pun dalam penanganan persalinan, dukun lebih banyak berperan aktif.

"Saya pernah ditolak ketika akan membantu proses persalinan. Alasan mereka sangat pantang ada orang lain, apa lagi di luar komunitas mereka, yang membantu proses persalinan," kata alumnus Akper Ngesti Waluyo Temanggung Jawa Tengah ini.Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/vit)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%