detikcom
Selasa, 20/03/2012 16:43 WIB

Rentetan Serangan Bom Irak Tewaskan 38 Orang, 180 Terluka

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi
Baghdad, - Korban jiwa terus berjatuhan di Irak. Rentetan serangan di berbagai kota hari ini menewaskan setidaknya 38 orang. Serangkaian serangan bom yang nyaris bersamaan tersebut juga menyebabkan lebih dari 180 orang luka-luka.

Rentetan kekerasan tersebut merupakan serangan paling mematikan yang terjadi di Irak dalam sebulan ini. Serangan-serangan bom itu terjadi di kota-kota besar dan kecil mulai dari Kota Kirkuk di Irak utara hingga Kota Karbala di Irak selatan. Serangan pertama terjadi mulai pukul 7 pagi waktu setempat.

Serangan paling mematikan hari Selasa ini terjadi di Kirkuk dan Karbala, dengan jumlah total korban jiwa 26 orang.

Seorang pejabat kepolisian setempat, Mayor Salam Zangana mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/3/2012), sebuah bom mobil di Kirkuk menargetkan kantor polisi dan menewaskan 13 orang serta melukai 50 orang lainnya. Semua korban tewas adalah polisi. Begitu pula dengan sebagian besar korban yang terluka.

Ledakan yang diikuti kemudian oleh ledakan bom mobil lainnya yang lebih kecil, juga menyebabkan puluhan mobil polisi rusak parah.

"Kami juga menerima bagian-bagian tubuh, tapi kami tidak tahu tubuh siapa itu," kata Mohammed Abdullah, seorang dokter di rumah sakit Kirkuk.

Sementara di Karbala, dua ledakan bom di pinggir jalan menewaskan 13 orang dan melukai 48 orang lainnya.

Di Baghdad tengah, sebuah bom mobil meledak di area parkir di seberang Kementerian Luar Negeri Irak. Sebanyak 6 orang terluka dalam ledakan bom tersebut.

Rangkaian pengeboman yang terjadi hari ini merupakan yang paling mematikan di Irak sejak 23 Februari lalu. Saat itu, 42 orang tewas dalam serangkaian serangan bom yang diklaim oleh kelompok Al-Qaeda.


(ita/ita)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel