Detik.com News
Detik.com
Selasa, 20/03/2012 15:11 WIB

Istri Jokowi: Keluarga Lebih Suka Bapak Tak Jadi Pejabat

Muchus Budi R. - detikNews
Istri Jokowi: Keluarga Lebih Suka Bapak Tak Jadi Pejabat
Solo - Pencalonan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta direspons istrinya, Iriana, dengan santai. Menurutnya, sejak awal keluarga lebih suka Jokowi kembali ke keluarga sembari meneruskan usahanya sebagai pengusaha mebel. Namun kehendak keluarga itu harus dikesampingkan seiring kemauan warga dan partai yang menginginkan Jokowi masuk ke pemerintahan.

Iriana memaparkan ketika hendak mencalonkan lagi sebagai Walikota Surakarta untuk periode kedua pada tahun 2010 lalu, saat itu Jokowi sudah mendapat hambatan dari keluarga yang lebih menginginkannya agar kembali mengurus bisnis keluarga di bidang usaha mebel. Menjadi pejabat, kata Iriana, Jokowi nyaris tidak ada waktu bagi keluarga.

"Saya dan ketiga anak-anak kami lebih suka jika Bapak tidak menjadi pejabat. Tapi karena desakan warga saat itu agar Bapak kembali menjadi walikota akhirnya kami harus mengalah," ujar Iriana kepada wartawan di Solo, Selasa (20/3/2012).

Setelah itu, lanjutnya, Jokowi berjanji akan kembali kepada keluarga. Namun belum juga periode kedua sebagai walikota habis, Jokowi mendapat tugas baru dari partainya yaitu mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.

"Karena ini tugas partai maka kami harus mendukung sepenuhnya. Kami tidak lantas menilai Bapak ingkar janji karena beliau maju kan karena atas dasar penugasan dari partai. Kami mendukung penuh keputusan Bapak. Menang maupun kalah sepenuhnya kami dukung," ujar Iriana.

Lebih lanjut, Iriana juga mengatakan hingga saat ini belum ada persiapan-persiapan khusus untuk menghadapi semua tahapan Pilkada. Dirinya juga belum memastikan apakah akan ikut serta mendampingi suaminya selama proses kampanye. Iriana mengatakan persoalan itu akan segera dibicarakan dengan suaminya setelah suaminya tiba kembali di Solo nanti.

"Ini Bapak belum sampai Solo. Setelah acara di Jakarta kemarin (pendaftaran calon di KPU DKI Jakarta -red), Bapak langsung ke Bandung karena ada acara disana. Setelah itu baru akan kembali ke Solo. Setibanya di Solo nanti, semua persoalan teknis termasuk apakah saya harus ikut ke Jakarta selama proses kampanye, akan kami bicarakan. Tapi mungkin saya akan memberikan dukungan langsung dengan setiap saat berada di samping beliau," kata dia.

Lantas dimana mereka akan tinggal selama masa kampanye di Jakarta, mengingat sejauh ini pasangan muda tersebut tidak punya rumah di Jakarta, Iriana juga belum bisa memberikan kepastian.

"Nanti cari tumpangan dulu, kami tidak punya rumah di sana. Kami juga belum pernah tinggal di Jakarta, selama ini kalau di Jakarta hanya menginap beberapa hari di hotel. Kalau Bapak memang pernah tinggal dan bekerja di Jakarta sewaktu belum menikah," ujar Iriana.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%