detikcom
Senin, 19/03/2012 09:46 WIB

FPPP: Konser Lady Gaga Haram, Harus Dibatalkan!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: Getty Images
Jakarta - FPPP DPR sepakat dengan Ketua MUI Khalil Ridwan bahwa konser Lady Gaga haram diselenggarakan di Indonesia. Karena itu FPPP meminta konser ini dibatalkan.

"Ya memang pantas diharamkan. Ya memang konsernya terlalu vulgar membuka aurat dan berpakaian seronok tidak sesuai dengan agama dan budaya kita. Karena itu sebaiknya konser itu dibatalkan,"kata Ketua FPPP DPR, Hasrul Azwar, kepada detikcom, Senin (19/3/2012).

Menurut Hasrul, seharusnya konser semacam ini tak digelar di Indonesia. Mengingat budaya Indonesia tidak permisif terhadap konser berpenampilan eksotis sekelas Lady Gaga.

"Sebaiknya distop daripada nanti timbul kerusuhan. Karena sudah terjadi di masyarakat Lady Gaga itu konsernya itu pro dan kontra. Yah di tengah BBM mau naik kita prihatin nggak usah konser-koseran dulu lah,"tandasnya.

Penyanyi Lady Gaga terkenal selalu tampil eksentrik dan seksi dalam setiap penampilannya di atas panggung. Tak jarang konser Gaga mendapat tanggapan miring dari beberapa pihak, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia Khalil Ridwan.

Menurut Khalil, pertunjukan musik Gaga dengan segala atraksinya di atas panggung tidak pantas ditonton banyak orang muslim. Apalagi busana yang dikenakan pelantun 'Born This Way' itu dianggap terlalu seksi. "Alasannya normatif, yaitu mengumbar aurat dan gerakan yang merangsang lawan jenis. Bisa merusak moral bangsa," ujar Khalil mengungkapkan alasannya mengharamkan nonton konser Gaga.

Rencananya, Lady Gaga akan menggelar konser di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan pada 30 Juni mendatang. Sebanyak 40 ribu tiket yang disediakan promotor Big Daddy ludes terjual.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(van/ndr)



Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%