Minggu, 18/03/2012 14:21 WIB

PDIP Tutup Pintu Koalisi dengan Demokrat di Pilgub DKI

Ferdinan - detikNews
Jakarta - PDI Perjuangan menegaskan tidak akan berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD) di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Beda ideologi kepartaian, membuat PDIP menolak berkoalisi dengan partai penguasa tersebut.

"Secara ideologis, saya bertanya kepada teman-teman, apa kita layak, pantas dan rasional kalau berkoalisi dengan Demokrat?" kata Pelaksana Harian Ketua DPD Jakarta PDIP Djarot Syaiful Hidayat dalam jumpa pers di Kantor DPD PDIP Jakarta, Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan, Minggu (18/3/2012).

Djarot menjelaskan sebagai partai wong cilik, PDIP tetap berkomitmen terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sementara Demokrat menurutnya telah mengabaikan masyarakat dengan rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Sekarang Partai Demokrat menjadi motor kenaikan BBM. Kalau PDIP jelas menolak kenaikan harga BBM, oleh sebab itu bisa diterjemahkan sendiri PDIP apa bisa berkoalisi dengan Demokrat? Susah menjelaskan kepada rakyat kalau kita berkoalisi dengan Demokrat," terangnya.

Saat ini PDIP tengah menggelar rapat kerja khusus bersama pengurus cabang PDIP. Rapat difokuskan menentukan calon termasuk menyiapkan strategi pemenangan kontestasi politik Jakarta lima tahunan ini.

"PDIP jelas dua nama internal, Pak Adang atau Pak Jokowi. Kalau misalnya PDIP bisa mengambil DKI1 kenapa mengambil DKI2?," pungkasnya.

Kendati begitu untuk memuluskan jagonya, PDIP masih membutuhkan partai koalisi. Gerindra disebut-sebut menjadi partner koalisi utama. "Ada Gerindra, ada parpol non kursi yang bisa dikumpulkan. Gerindra dan PDIP kursinya sudah cukup (untuk memenuhi syarat pendaftaran). Karena itu partai memerintahkan untuk tetap menjalin hubungan dengan parpol yang akan disertakan dalam koalisi," jelas Djarot.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fdn/gun)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%