detikcom
Minggu, 18/03/2012 13:47 WIB

Adang: Saya Tak Mungkin Nyelonong Jadi Cawagub Demokrat

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Adang Ruchiatna menepis kabar yang menyebut dirinya dipinang Partai Demokrat (PD) sebagai bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Fauzi Bowo. Dirinya menegaskan tetap menunggu instruksi partai dalam Pemilukada bulan Juli mendatang.

"Saya bingung, komandan bilang saja belum, nanya saja belum. Masak ujug-ujug nyelonong, itu prajurit bodoh," kata Adang dalam rapat kerja daerah khusus di Kantor DPD PDIP Jakarta, Jalan Tebet Raya, Jakarta, Minggu (18/3/2012).

Adang mengutarakan kekesalannya atas sejumlah pemberitaan media massa yang menyebut dirinya dipasangkan dengan Foke, calon incumbent.

"Saya tidak pernah ditawari. Anas, saya heran kenapa nama saya disebut? Ujug-ujug deklarasi pencalonan, mana ada perintahnya? (Kalau) untuk wagub saja (mau), saya mengkhianati partai. Saya tidak berani, untuk nyelonong saya tidak berani," terangnya.

Sementara itu Pelaksana Harian Ketua DPD Jakarta PDIP Djarot Syaiful Hidayat mengatakan hingga saat ini partai masih menggodok dua kandidat yang bakal diusung menjadi DKI 1 yakni Adang Ruchiatna dan Joko Widodo.

"Sebagai kader partai beliau berdua siap untuk dicalonkan atau tidak dicalonkan partai. Tapi kita ingin ada angin perubahan di Pilkada DKI," jelasnya.

Saat ini PDIP tengah menggelar rapat kerja khusus bersama pengurus cabang PDIP. Rapat difokuskan menentukan calon termasuk menyiapkan strategi pemenangan kontestasi politik Jakarta lima tahunan ini.

"Kita sudah ada kesepakatan bersama pengurus DPC PDIP Jakarta besok siang akan kumpul di DPD untuk mengantar dan mendaftarkan calon setlah makan siang," terang Djarot.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fdn/gun)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%