Sabtu, 17/03/2012 14:45 WIB
PDIP Belum Restui Foke-Adang di Pilkada DKI
"Belum ada rekomendasi (tentang Adang Ruchiatna). Rencananya partai baru Senin (19/3/2012) akan mengumumkan sikap. Jadi saat ini kita belum tahu," ujar Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat kepada detikcom, Sabtu (17/3/2012).
Djarot mengatakan, partainya secara resmi belum memutuskan dengan siapa akan berkoalisi di Pilkada DKI. Hingga kini, PDIP juga masih mempertimbangkan mengusung Wali Kota Solo Joko Widodo untuk ikut bertarung di Pilkada DKI.
Di akar rumput PDIP, Djarot mengatakan, sangat kuat untuk tidak lagi mendukung incumbent dan tidak berkoalisi dengan PD. Nama Jokowi, lanjut dia, masih kuat disuarakan arus bawah PDIP.
"Kalau ambil DKI-2, bisa memajukan dia (Adang). Tapi kalau kita bisa ambil DKI-1, kenapa tidak. Kalau ambil DKI-1, jadi DKI-2 kita ngobrol dengan koalisi. Yang jelas, arus bawah masih kuat ingin menjauh dari Partai Demokrat," ungkapnya yang juga Ketua Tim 9 Pemenangan Pilkada DKI ini.
Djarot mengatakan PDIP terus menjalin komunikasi baik dengan personal ataupun partai politik. Opsi untuk berkoalisi dengan siapapun, menurutnya masih dalam porsi yang sama.
"Kita tetap komunikasi dengan partai mana saja. Deal belum. Kalau kita, bukan saja kepada personal (cagubnya) komunikasi, tapi juga partainya solid apa nggak. Kalau arus bawah itu suasananya sudah agak menjauh dari PD. seperti nggak sreg," pungkas Djarot.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan partainya telah final mengusung Fauzi Bowo berduet dengan Adang Ruchiatna. Bahkan dia mengatakan pasangan tersebut akan dideklarasikan Minggu (18/3/2012). Namun Anas tidak menyebut, apakah pasangan ini merupakan koalisi PD dengan PDIP.
"Untuk pengumuman resminya silakan tunggu besok," jelas Ketum PD Anas Urbaningrum usai panen raya Padi di Desa Pancawati, Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/3/2012).
(rmd/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelelahan, Bupati Tegal Meninggal Dunia
1,426 share this. -
Akhirnya, Prancis Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis
1,001 share this. -
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
867 share this. -
Konglomerat Swedia Kalah Melawan Pedagang Glodok
791 share this. -
Kapal Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Selat Malaka
748 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 18/05/2013 23:25 WIB
Ahok Tak Bisa Penuhi Tantangan Ketua Komnas HAM Untuk Naik KRL
-
Sabtu, 18/05/2013 23:12 WIB
Jokowi Sambangi Pagelaran Sosialisasi Pilgub Jateng di Solo
-
Sabtu, 18/05/2013 23:00 WIB
Ke Jakarta Tanpa Izin, Aiptu Labora Akan Dikenakan Sanksi Etik
-
Sabtu, 18/05/2013 22:49 WIB
Ahok: Senin, Kita Polisikan & Kosongkan Bangunan Pengusaha Waduk Pluit
-
Sabtu, 18/05/2013 22:26 WIB
Aiptu LS Ditahan Atau Tidak, Ditentukan Besok Malam
-
Sabtu, 18/05/2013 22:49 WIB
Ahok: Senin, Kita Polisikan & Kosongkan Bangunan Pengusaha Waduk Pluit
-
Sabtu, 18/05/2013 21:22 WIB
Bob Hasan Bela Aiptu LS, Tak Ada Illegal Logging
-
Sabtu, 18/05/2013 22:08 WIB
Mabes Polri: Penangkapan Dilakukan Tim Gabungan Bareskrim & Polda Papua
-
Sabtu, 18/05/2013 21:44 WIB
Wisata Malam Hari Bersama Jokowi di Solo
-
Sabtu, 18/05/2013 23:00 WIB
Ke Jakarta Tanpa Izin, Aiptu Labora Akan Dikenakan Sanksi Etik
-
Sabtu, 18/05/2013 20:08 WIB
Usai Temui Kompolnas, Aiptu Labora Digelandang ke Mabes Polri
-
Sabtu, 18/05/2013 22:26 WIB
Aiptu LS Ditahan Atau Tidak, Ditentukan Besok Malam
-
Sabtu, 18/05/2013 20:48 WIB
Aiptu Labora Diperiksa di Bareskrim Mabes Polri
-
431 Komentar
-
228 Komentar
-
226 Komentar
-
216 Komentar
-
211 Komentar
-
208 Komentar
-
203 Komentar
-
200 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,834.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 16:49 WIB
Kelelahan, Bupati Tegal Meninggal Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 16:43 WIB
Konglomerat Swedia Kalah Melawan Pedagang Glodok
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
