detikcom
Sabtu, 17/03/2012 12:40 WIB

Hadir di Car Free Day, Pasangan Foke-Adang Dideklarasikan Minggu

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Pasangan Fauzi Bowo-Adang Ruchiatna dipastikan akan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta. Pasangan yang diusung Partai Demokrat ini akan dideklarasikan Minggu, 18 Maret 2012.

"Untuk pengumuman resminya silakan tunggu besok," jelas Ketum PD Anas Urbaningrum usai panen raya Padi di Desa Pancawati, Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/3/2012).

Anas mengatakan, Partai Demokrat telah final mengusung pasangan Fauzi Bowo dan Adang Ruchiatna. Namun dia tidak menyebut, apakah pasangan ini merupakan koalisi PD dengan PDIP.

Informasi yang diperoleh detikcom, deklarasi pasangan ini akan melakukan silaturahmi dengan warga DKI Jakarta di sekitar Bundaran HI, Minggu (18/3/2012) pukul 07.00 WIB. Kebetulan esok di sekitar HI digelar car free day. Siangnya, pukul 13.30 WIB pasangan tersebut akan menggelar jumpa pers di Jalan Diponegoro 61, Jakarta Pusat.

Fauzi Bowo akhirnya memilih purnawirawan TNI yang juga politisi PDIP, Adang Ruchiatna sebagai pendampingnya di Pilkada DKI Jakarta.

Sebelumnya, pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono telah lebih dulu dideklarasikan oleh koalisi Partai GOlkar, PPP, dan PDS. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum bersikap terkait pasangan yang akan diusung. Sedangkan pasangan independen yaitu Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria dan Faisal Basri-Biem Benyamin.

Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta digelar 11 Juli 2012 mendatang.

(rmd/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel