Sabtu, 17/03/2012 07:03 WIB
12 Calon Bertarung di Pemilu Presiden Timor Leste
Foto: Reuters
Dikutip dari Reuters pada Jumat (16/3/2012), peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta, akan berhadapan dengan 11 calon lainnya.
Horta dinilai memainkan peran kecil dalam kebijakan namun sangat penting dalam memproyeksikan stabilitas di Timor Timur sejak 2002. Ramos Horta yang selamat dari upaya pembunuhan pada 2008, telah berupaya keras untuk melahirkan solusi damai bagi konflik Timor Timur. Dia pun memainkan peran kunci dalam gerakan kemerdekaan.
Atas catatan-catatan itu, lebih dari 9.000 pendukung menandatangani petisi meminta Horta maju dalam pemilihan presiden 17 Maret.
"Jika saya terpilih untuk masa jabatan kedua saya, saya akan melanjutkan keberhasilan dari apa yang telah dicapai sekarang, yakni perdamaian," kata Horta di Maliana, barat daya ibukota Dili, pada Rabu (14/3) lalu.
Saat kampanye panjang demi berdirinya negara Timor Leste, Horta tinggal di pengasingan. Secara de facto dia menjadi Menteri Luar Negeri yang menggalang dukungan internasional demi kemerdekaan Timor Leste.
Salah satu saingan utama Horta dalam pemilu presiden ini adalah mantan kepala militer dan pemimpin gerilya, Jose Maria de Vasconcelos. Jose Maria juga dikenal sebagai Taur Matan Ruak.
"Saya berjuang selama 24 tahun dengan (mantan pemimpin gerilya dan Perdana Menteri) Xanana Gusmao dan rakyat untuk kemerdekaan Timor Timur," kata Matan Ruak dalam pidatonya.
"Sepuluh tahun setelah kemerdekaan, masyarakat masih miskin dan ini menjadi tanggung jawab saya untuk menjadi presiden dan membawa harapan bagi semua warga negara," imbuhnya.
Para analis mengatakan saingan lain yang berkesempatan maju dalam putaran kedua 9 Medi mendatang adalah Francisco Guterres dari Partai Fretilin. Guterres memenangkan suara terbanyak dalam jajak pendapat parlemen pada tahun 2007. Calon kuat lainnya adalah Fernando de Araujo dari Partai Demokrat.
Kampanye presiden secara resmi berakhir pada Rabu lalu. Dalam kampanye para kandidat bersaing memproyeksikan pesan perdamaian dan stabilitas bagi negara muda itu. Menjalang pemilu presiden, aneka poster dukungan menghiasi tiap sudut Timor Leste.
Kampanye damai di Timor Leste dinilai sebuah prestasi. Demikian pendapat Cillian Nolan, pakar Asia Tenggara dari International Crisis Group.
"Pemilihan ini bagi orang Timor Leste adalah sebuah latihan untuk lebih mengembangkan percaya diri, karena negara ini akan memproyeksikan image-nya ke dunia luar," kata Nolan kepada Reuters.
Timor Leste adalah negara termiskin di Asia tetapi memiliki cadangan gas alam lepas pantaiyang luas. Kebanyakan kandidat mengusung isu ekonomi sebagai topik kampanye. Karena menurut laporan Bank Dunia, 41 persen dari 1,2 juta orang Timor Leste hidup di bawah USD 0,88 sehari. Selain itu masalah kekurangan gizi dan kesehatan masyarakat juga patut mendapat perhatian.
(vit/vit)
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
762 share this. -
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
630 share this. -
Gita Wirjawan Upayakan Harga Daging Tetap Stabil saat Ramadhan
576 share this. -
Cerita Masa Lalu, Ahok: Saya Masuk Politik Didukung Ustad
512 share this. -
Turbulensi Pesawat Emirates, Penumpang Dipulangkan ke Jakarta Sore Tadi
510 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 18/05/2013 17:40 WIB
Lakukan Penodaan Alquran di Pakistan, Pria Asal China Diamankan Polisi
-
Sabtu, 18/05/2013 17:15 WIB
Korut Kembali Luncurkan 3 Rudal Jarak Pendek
-
Sabtu, 18/05/2013 15:44 WIB
Penyidik Federal AS Masih Selidiki Penyebab Tabrakan Komuter New York
-
Sabtu, 18/05/2013 15:15 WIB
Gadis Muda Akui Berkostum Obama Saat Menari Seksi di Depan Berlusconi
-
Sabtu, 18/05/2013 14:11 WIB
Akhirnya, Prancis Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis
-
Minggu, 19/05/2013 06:27 WIB
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
-
Minggu, 19/05/2013 05:24 WIB
BNN Razia Diskotek Miles, 4 Wanita Diamankan
-
Minggu, 19/05/2013 06:42 WIB
Pesawat Mendarat Tanpa Roda di New Jersey
-
Minggu, 19/05/2013 04:19 WIB
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
-
Minggu, 19/05/2013 02:07 WIB
Cerita Masa Lalu, Ahok: Saya Masuk Politik Didukung Ustad
-
Minggu, 19/05/2013 01:57 WIB
Turbulensi Pesawat Emirates, Penumpang Dipulangkan ke Jakarta Sore Tadi
-
Minggu, 19/05/2013 03:01 WIB
Terhalang Aturan Jadi Caleg, Eks Napi Politik Minta Penjelasan KPU
-
Minggu, 19/05/2013 01:03 WIB
Gita Wirjawan Dukung Jokowi Normalisasi Waduk Pluit
-
434 Komentar
-
228 Komentar
-
227 Komentar
-
219 Komentar
-
211 Komentar
-
205 Komentar
-
200 Komentar
-
179 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,834.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 21:44 WIB
Wisata Malam Hari Bersama Jokowi di Solo
-
Sabtu, 18/05/2013 21:22 WIB
Bob Hasan Bela Aiptu LS, Tak Ada Illegal Logging
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
