detikcom
Selasa, 13/03/2012 13:49 WIB

Habib Munzir Ceramahi Pegawai KPK

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Siang ini, kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kedatangan tamu istimewa. Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir Al-Musawa. Sang habib datang memberi ceramah untuk para pegawai KPK.

"Saya mau ceramah," ujar Munzir singkat kepada wartawan sebelum masuk ke kantor KPK, di Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (13/3/2012).

Munsir datang bersama dua orang asistennya. Dia datang menggunakan mobil Mercedes C Class bernopol B 1 MRS.

Majelis Rasulullah merupakan majelis pengajian terbesar yang ada di Jakarta dan berkedudukan di Masjid Al-Munawar Pancoran ini. Kharisma Munzir bahkan tetap sampai di kantor KPK, dan ada salah seorang security gedung yang langsung mencium tangan sang habib.

Terpisah, Jubir KPK Johan Budi SP mengatakan Habib Munzir datang untuk mengisi pengajian rutin yang ada di KPK. "Ada pengajian rutin tiap Selasa," papar Johan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fjp/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%