Selasa, 13/03/2012 13:33 WIB

Polisi Kerjasama dengan BNN Buru Bandar Ekstasi via Online di Malaysia

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Aparat kepolisian masih menyelidiki situs jual-beli narkotika yang terungkap menyusul tertangkapnya Raka Widyarma, anak angkat Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. Sang bandar dari Malaysia, Mr TAN kini jadi buruan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, mengatakan untuk memburu Mr TAN ini pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Nanti dari sisi pemasok, di Malaysia, kita kerjasama dengan BNN. BNN kerjasama dengan NCB untuk menelusurinya," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Untuk Raka sendiri, polisi hingga saat ini masih terus memeriksanya. Raka juga masih berada di Polres Bandara.

"Raka masih di Polres Bandara. Kita siapkan untuk pemberkasan," katanya.

Seperti diketahui, Polres Bandara Soekarno-Hatta bersama Petugas Bea Cukai membekuk 6 tersangka. Penangkapan ini terkait penyitaan 4 paket ekstasi. Empat paket ekstasi ini dikirim ke 4 orang berbeda.

Paket pertama dikirim ke DS dengan alamat di Cipete, Jakarta Selatan. Di Cipete ini berhasil ditangkap DS (24) serta temannya berinisial PS dan A. Paket kedua dikirim ke IR dengan alamat di Bintaro, Jakarta Selatan. Dari sini ditangkap anak angkat Rano, Raka Widyarma, dan Karina.

Paket ketiga dikirim ke AS yang berlamat di Manado, Sulawesi Utara. Dari sini ditangkap MRZ (27). Sedangkan paket terakhir dikirim ke D dengan alamat di Karawaci, Tangerang.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%