detikcom
Sabtu, 10/03/2012 01:41 WIB

Imbas Kecelakaan Truk di Tol Cikupa, Lalin ke Arah Merak Tersendat

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta, - Imbas kecelakaan truk yang terjadi di KM 29.800 Tol Cikupa arah Merak masih berlangsung hingga saat ini. Arus lalu lintas sekitar lokasi terpantau tersendat.

Pasca evakuasi truk sekitar pukul 21.30 WIB lalu, imbas kepadatan lalu lintas masih terjadi hingga kini. Hal ini disebabkan oleh sejumlah truk yang berhenti di bahu jalan untuk beristirahat.

"Selesai evakuasi selesai, semua lajur bisa dilintasi. Namun dampaknya sampai saat ini kepadatan di area masih terjadi," ujar petugas operator Sentra Komunikasi Jasa Marga, Heri, saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/3/2012), pukul 01.30 WIB.

Kebanyakan truk berhenti sejak menunggu proses evakuasi berlangsung, namun belum juga bergerak setelah evakuasi selesai dilakukan. Sementara itu, banyaknya kendaraan yang melambatkan lajunya di dekat lokasi kejadian juga turut menyumbang kepadatan.

Kebanyakan pengguna jalan ingin menyaksikan sisa-sisa kecelakaan truk yang menumpahkan isi muatannya berupa bungkil ke jalanan tol. Isi muatan truk tersebut telah dipinggirkan ke bahu jalan, namunmasih menunggu angkutan untuk dievakuasi.

Terpantau lalu lintas sekitar 1 kilometer sebelum dan setelah gerbang tol masih padat. Kepadatan lalu lintas yang cukup signifikan juga terjadi di kisaran KM 28. Kepadatan semakin diperparah dengan adanya penumpukan truk-truk yang hendak masuk ke gudang penyimpanan di Pelabuhan Merak, mengingat hari Sabtu dan Minggu libur.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nvc/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%