Jumat, 09/03/2012 08:33 WIB

Oposisi Suriah: pembunuhan massal terbaru di Homs

BBCIndonesia.com - detikNews

Seorang bocah menangisi kematian ayahnya akibat tembakan aparat keamanan Suriah, Kamis (08/03), di kawasan Idlib, Suriah bagian utara.

Puluhan orang terbunuh di salah satu kawasan terparah akibat peperangan di Kota Homs, Suriah, yang diklaim kelompok oposisi sebagai "pembunuhan massal yang terbaru".

Sejumlah laporan menyebutkan, Komite Koordinasi Lokal LCC, sebuah jaringan aktivis Suriah, mengatakan 44 orang tewas yang diantaranya berasal dari satu keluarga.

Pembunuhan ini, demikian laporan tersebut, terjadi setelah Kepala urusan kemanusiaan PBB Valerie Amos mengunjungi Homs yang digambarkan dalam kondisi hancur.

Jaringan aktivis Suriah, LCC, mengatakan, pembunuhan massal terbaru yang dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah terjadi di distrik Jobar, Homs.

Kelompok ini mengklaim, dari 44 orang yang tewas di distrik itu, hampir separohnya berasal dari satu keluarga.

Lebih lanjut dijelaskan, warga sipil ini dibunuh sebagai tindakan balasan aparat keamanan Suriah setelah berhasil menguasai kembali Homs dari kelompok pemberontak.

Klaim kelompok anti Rezim Bashir al-Assad ini tidak dapat diverifikasi karena akses media internasional sangat dibatasi oleh pemerintah Suriah.

Wartawan BBC Jim Muir yang berada di Libanon, mengatakan kelompok oposisi mendesak agar Valerie Amos kembali ke Homs dan melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap kasus pembunuhan warga sipil tersebut.

Tolak intervensi militer

Di tempat terpisah, utusan khusus PBB dan Liga Arab Kofi Annan yang mendapat mandat melakukan upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan di Suriah, akan bertemu dengan perwakilan pemerintah Suriah dan oposisi, akhir pekan ini.

Laporan adanya pembunuhan massal terbaru di Homs terjadi setelah kunjungan utusan kemanusiaan PBB ke kota tersebut.

Usai melakukan pembicaraan dengan Sekjen Liga Arab di Kairo, Annan menolak intervensi militer di Suriah.

"Saya berharap tidak ada yang berpikir serius menggunakan kekuatan militer di Suriah yang akan membuat situasi lebih buruk," katanya.

Sementara itu, Cina mengumumkan bahwa utusannya akan melakukan pembicaraan dengan otoritas Suriah serta kelompok oposisi pekan ini.

Kementerian luar negeri Cina mengatakan, Li Huaxin akan bertemu Menlu Suriah Walid Muallem dalam kunjungan dua hari.

Para pengamat mengatakan kunjungan Li merupakan upaya Beijing terbaru untuk menangkis tuduhan Barat dan Liga Arab bahwa dengan penolakan mereka atas resolusi PBB tentang penyelesaian konflik di Suriah dianggap meningkatkan eskalasi kekerasan aparat keamanan Suriah terhadap kelompok oposisi.

Sementara itu, wakil menteri perminyakan Suriah mengumumkan pengunduran diri dan mengatakan dia bergabung dengan pemberontak anti pemerintah.

Abdo Hussameddin mengumumkan pengunduran diri dalam sebuah rekaman video yang dipublikasikan melalui YouTube.

"Saya bergabung dengan revolusi dengan masyarakat yang menolak ketidakadilan dan tindakan brutal rezim," kata dia.

Hussameddin, 58 tahun, menjabat sebagai wakil menteri sejak Agustus 2009.

Seorang aktivis yang merekam video dan mempublikasikannya melalui YouTube mengatakan kepada AFP di Beirut, bahwa oposisi membantu merancang pengunduran diri Hussameddin

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%