Kamis, 08/03/2012 15:05 WIB

Dua Balita Terduga Flu Burung Diisolasi di RSU Bima

Kusmayadi - detikNews
Mataram - Dua balita, Lt berusia 11 bulan dan Az, berusia 2,5 bulan, diisolasi di RSU Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Diduga, keduanya terjangkit flu burung atau virus H5N1. Untuk memastikan, sampel darah keduanya kini tengah diuji di laboratorium.

"Gejala yang ditunjukkan dua balita itu sama seperti gejala orang yang terinfeksi virus flu burung. Karena itu dirawat di ruang khusus di Rumah Sakit Umum Bima," kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, Mochammad Ismail di Mataram, Kamis (8/3/2012).

Kedua balita tersebut sebelumnya dirawat di Puskesmas Bolo, kemudian dirujuk Rumah Sakit Umum Bima. Bolo adalah satu dari sepuluh kecamatan di Bima yang diserang virus flu burung, tempat sedikitnya 8.500 unggas mati mendadak.

Ismail mengatakan, panas tubuh kedua balita itu mencapai 37,5 derajat. Merujuk gejala klinis awal, semula dokter menduga kedua balita menderita infeksi paru biasa.

"Tapi kita tidak mau kecolongan. Karena itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kita memilih merawat kedua balita itu di ruang khusus. Apalagi mereka berasal dari kecamatan yang unggasnya terserang virus flu burung," kata Ismail.

Sampel darah sudah diambil dan kini tengah diperiksa di laboratorium. Diperkirakan uji sampel darah butuh waktu tiga hari. Selama hasil laboratorium belum diperoleh, kedua balita itu akan tetap ditangani sesuai prosedur tetap penanganan pasien flu burung dan dirawat di ruang khusus.

Berdasarkan laporan dari RSUD Bima, kedua balita demam tinggi selama tiga hari. Orang tua kedua balita rupanya abai, karena menganggap anak mereka demam biasa. Kedua balita baru dibawa ke puskesmas setelah suhu badannya tak kunjung turun.

Sepuluh kecamatan di Bima diserang virus flu burung dan kini sudah memasuki pekan kedua. Kasus flu burung pertama kali ditemukan akhir Februari 2012. Massa inkubasi virus itu akan berlangsung selama 14 hari dan masyarakat di Bima dihimbau waspada.

Dinas Kesehatan NTB telah menyebar obat tamiflu, obat untuk flu burung di sepuluh kecamatan. Saat ini Dinas Kesehatan NTB tengah meminta tambahan obat tamiflu ke Kementerian Kesehatan, mengingat serangan virus flu burung di Bima yang kian mengganas.

(try/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel