detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 00:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 07/03/2012 18:20 WIB

WikiLeaks: Pasukan NATO Beroperasi di Suriah, Latih Oposisi

Rita Uli Hutapea - detikNews
pasukan oposisi Suriah (Press TV)
Damaskus, - Sebuah dokumen yang dirilis situs whistleblower WikiLeaks mengungkapkan bahwa diam-diam pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat beroperasi di wilayah Suriah. Mereka berada di negeri itu untuk melatih kelompok-kelompok bersenjata yang menetang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

WikiLeaks merilis email rahasia dari seorang analis yang bekerja untuk perusahaan intelijen Stratfor yang berbasis di AS. Dalam email itu, analis tersebut mengklaim telah menghadiri sebuah pertemuan di Pentagon dengan beberapa pejabat NATO dari Prancis dan Inggris pada Desember 2011 lalu.

Menurut analis yang tidak disebutkan namanya itu, dari pertemuan tersebut, dia tahu bahwa pasukan NATO pimpinan AS telah berada di dalam wilayah Suriah. Pasukan khusus tersebut melatih kelompok-kelompok bersenjata antirezim Suriah.

"Tim-tim SOF (Special Operation Forces) yang tampaknya berasal dari AS, Inggris, Prancis, Yordania dan Turki telah berada di darat, fokus ke misi pengintaian dan pelatihan pasukan oposisi," demikian disampaikan analis tersebut dalam email seperti dilansir Press TV, Rabu (7/3/2012).

Analis Stratfor itu kemudian menyebutkan, hal tersebut diduga untuk melakukan serangan-serangan gerilya dan kampanye pembunuhan" guna menggulingkan rezim Suriah.

Sebelumnya NATO telah berulang kali membantah adanya pengerahan pasukan ke Suriah. Negeri itu telah mengalami pergolakan sejak pertengahan Maret 2011 lalu. Menurut perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari enam ribu orang telah tewas selama konflik tersebut.

(ita/nvt)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%