Rabu, 07/03/2012 13:51 WIB

Flu Burung Kian Mengganas, Dinkes NTB Minta Tambahan Obat Tamiflu

Kusmayadi - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Jakarta - Flu burung (H5N1) yang menyerang 10 kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kian mengganas. Sejak kasus pertama muncul, akhir Februari 2012 lalu, sedikitnya 8.500 ekor unggas mati mendadak. Dinkes setempat meminta tambahan tamiflu.

"Unggas yang mati mendadak adalah ayam kampung. Penyebarannya masih di sepuluh kecamatan," kata Syamsul Hidayat Dilaga, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB di Mataram, Rabu (7/3/2012).

Syamsul mengatakan, hasil uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali, telah keluar. Dari sampel yang dikirim, dipastikan ayam kampung milik warga mati karena serangan virus flu burung.

Saat ini, kata Dilaga, penyemprotan cairan desinfektan terus dilakukan. Sementara unggas di daerah-daerah yang positif terjangkit sudah diisolasi. Ayam yang mati mendadak dibakar dan abunya dikubur.

Sepuluh kecamatan yang terjangkit adalah Kecamatan Soromandi, Wawo, Madapangga, Bolo, Woha, Belo, Ambalawi, Langudu, Donggo dan Lambu.

Sejauh ini, delapan kecamatan di Bima masih dinyatakan aman dari serangan virus flu burung ini.

Ditemui terpisah di Mataram, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Mohammad Ismail memastikan virus flu burung di Bima belum menjangkit ke manusia.

"Sampai saat ini, belum ada laporan virus menjangkiti manusia. Kita masih terus pantau," katanya.

Sejak kasus pertama ditemukan, Dinas Kesehatan menyebarkan obat tamiflu, obat untuk flu burung kepada warga sebagai langkah antisipasi. Dinas Kesehatan NTB juga telah mengajukan permintaan tambahan obat serupa dari Kementerian Kesehatan.

"Kita sebetulnya masih memiliki persediaan, tapi kita minta tambahan ke Kementerian Kesehatan untuk antisipasi," Ismail.

Penambahan obat tamiflu diperlukan, mengingat masa waspada flu burung di Bima berlangsung hingga 14 hari, merujuk pada masa inkubasi virus mematikan itu.

"Kalau sudah ada yang terjangkit ke manusia, kita sudah punya prosedur tetap untuk penanganan. Kesiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan juga tidak ada masalah," katanya.


Simak rangkuman beragam peristiwa penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 1.00 WIB, hanya di Trans TV.

(try/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    62%
    Kontra
    38%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel