detikcom
Rabu, 07/03/2012 10:08 WIB

Menang 'Super Tuesday' di Georgia, Gingrich: Saya Si Kura-kura

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Newt Gingrich (AFP)
Atlanta - Kandidat calon presiden Partai Republik Amerika Serikat, Newt Gingrich, sejauh ini baru unggul di negara bagian Georgia dalam pemilihan pendahuluan 'Super Tuesday'. Gingrich pun menyebut dirinya sebagai 'kura-kura' yang berada di antara 'kelinci' yang berlarian.

"Ada banyak kelinci yang berlarian mendahuluiku. Saya adalah si kura-kura, saya hanya akan mengambil satu langkah dalam satu waktu," tutur Gingrich seperti dilansir oleh AFP, Rabu (7/3/2012).

Gingrich merujuk pada kandidat capres Partai Republik lainnya seperti Mitt Romney dan Rick Santorum yang telah meraih kemenangan di negara bagian lebih banyak dari dirinya.

Seperti diketahui, Romney meraih kemenangan telak di tiga negara bagian, yakni Massachusetts, Vermount, dan Virginia. Sedangkan Santorum menang di dua negara bagian, yakni Tennessee dan Oklahoma.

Georgia menjadi negara bagian paling krusial bagi Gingrich karena merupakan kampung halamannya. Kemenangan Gingrich yang meraih 48,4 persen suara di Georgia ini, menjadi sinyal atas strateginya ke depan, bahwa Gingrich mengutamakan kemenangan di wilayah-wilayah konservatif yang ada di wilayah selatan dan tengah AS.

Gingrich bahkan menyentil Presiden AS Barack Obama. Dengan percaya diri, Gingrich menyebut dirinya sebagai kandidat terbaik yang mampu menyingkirkan incumbent Partai Demokrat tersebut dalam pilpres November mendatang.

"Ketika Anda membaca pidatonya, akan terlihat bahwa itu benar-benar kacau, itu menjadi contoh studi kasus yang tepat bagi liberalisme yang tak terkendali," tandas mantan Ketua DPR AS ini.

Dalam 'Super Tuesday', ada 419 delegasi yang akan diperebutkan atau hampir 40 persen dari total delegasi yang diperlukan untuk memenangi nominasi partai. Romney sejauh ini memimpin dengan 203 delegasi dari kontes-kontes sebelumnya. Sementara Santorum mengantongi 92 delegasi, Gingrich dengan 33 delegasi dan Paul meraih 25 delegasi.

(nvc/ita)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel